JICT Larang Sopir Truk Keluar Kabin Saat Layanan R/D, Ini Respon Aptrindo

  • Share
Aktivitas di Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok

JAKARTA – Pengemudi Truk dilarang untuk keluar dari kabin truk selama dilakukannya kegiatan penerimaan dan pengeluaran barang atau receiving/delivery (R/D) peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT).

Selain itu, JICT juga melarang membawa masuk kernet Truk saat akan memasuki areal peti kemas. Dengan demikian hanya Sopir/Pengemudi Truk yang bisa masuk kedalam kawasan tersebut.

Hal itu ditegaskan manajemen JICT melalui surat resmi No: 330/4/14/JICT/2021 yang ditandatangani 18 Juni 2021 oleh Wakil Direktur Utama JICT, Budi Cahyono yang ditujukan kepada pengguna jasa/asosiasi antara lain; Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel), dan Asosiasi Club Logindo.

Dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban pelayanan di lingkungan terminal JICT, manajemen terminal peti kemas tersibuk di pelabuhan Tanjung Priok itu juga melarang untuk memberikan uang kepada seluruh pekerja di lingkungan JICT.

“JICT akan memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang melakukan pelanggaran ketentuan itu,” dikutip dari surat tersebut.

JICT juga akan menjalankan standar pelayanan atau service level agrement/service level guarantee (SLA/SLG) dalam kegiatan receiving dan delivery sesuai yang telah ditetapkan oleh Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok.

Dikonfirmasi logistiknews.id, Wakil Ketua Umum DPP Aptrindo, Gagan Gartika mengapresiasi langkah JICT yang melarang Sopir Truk untuk turun dari kabin truk selama berlangsungnya kegiatan di terminal.

“Biasanya Sopir terpaksa turun karena kemungkinan pelayanannya antre sehingga harus menunggu diluar atau disamping truknya untuk menghalau lelah ataupun jenuh,” ujarnya, Jumat (18/6/2021).

Aptrindo, imbuh Gagan, mendukung upaya pembenahan demi perbaikan yang dilakukan operator terminal peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok untuk menghindari terulangnya praktik pungli oleh oknum pekerja yang tidak bertanggung jawab.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.