Mantap, STID Priok kini Lebih 10 Ribuan Truk

  • Share
Contoh STID yang terbit atas nama Koperasi Jasa Aptrindo Maju Bersama

JAKARTA,Logistiknews – Penerapan Single Truck Identity Document (STID) di Pelabuhan Tanjung Priok, mengalami progres yang kian membaik.

Berdasarkan Laporan Penerapan STID di Pelabuhan Tanjung Priok yang diterima Logistiknews.id, sampai dengan Jumat 21 Januari 2022, jumlah trucking di pelabuhan Tanjung Priok yang telah mengantongi STID telah mencapai 10.011 Truk.

Adapun jumlah perusahaan yang telah disetujui PMKU (Permohonan Melakukan Kegiatan Usaha) di Pelabuhan Tanjung Priok hingga 21 Januari 2022, sebanyak 686 Perusahaan.

Sedangkan Perusahaan yang mengajukan STID hingga 21 Januari 2022 tercatat 499 Perusahaan dan jumlah perusahaan yang telah disetujui STID-nya 481 Perusahaan.

Jumlah kartu STID yang dicetak dan telah di distribusikan hingga Jumat 20 Januari 2022 telah mencapai 9.790 kartu.

STID merupakan salah satu program strategis di pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka mengintegrasikan semua layanan di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu dengan National Logistic Ecosystem/NLE.

“Setelah program STID sukses, pelabuhan Tanjung Priok akan mengakselerasi implementasi truck booking return cargo system (TBRC) pada tahun ini juga,” ujar Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Capt Wisnu Handoko kepada Logistiknews.id, saat ditemui di kantornya pada Jumat Sore (21/1/2022).

Bisa Lewat Koperasi

Sementara itu, Koperasi Jasa Aptrindo Maju Bersama telah diterbitkan PMKU-nya (Permohonan Melakukan Kegiatan Usaha) dari Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok.

Dengan demikian, Koperasi tersebut sudah dapat melakukan pengurusan STID yang di terbitkan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) /Pelindo Regional 2 Pelabuhan Tanjung Priok.

Ketua Koperasi Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Maju Bersama, Gagan Kartika Eryana mengatakan, Koperasi berperan dalam membantu kepengurusan para pemilik trucking perorangan atau yang belum berbadan hukum.

Dia menceritakan, perusahaan trucking yang ada sekarang ini-pun berawal dari pemilik truk perorangan. Sejalan dengan perkembangan order, akhirnya perusahaan perorangan menjadi perusahaan-perusahaan berskala besar.

“Namun masih banyak perorangan mengendalikan kegiatan truk. Mereka memilki dua sampai empat truk. Perusahaan truk perorangan inilah yang perlu memilki wadah yang bisa memperjuangkan usaha mereka agar tetap eksis. Dan salah satu solusinya yakni melalui Koperasi,” papar Gagan.

Aptrindo, imbuhnya, sebagai wadah perusahaan trucking memperhatikan usaha truk perseorangan ini agar tetap eksis dan tidak mati terseret perusahan sejenis berbasis online.

“Sebelumnya pengusaha Truk perorangan banyak telpon ke Aptrindo dan kebingungan mengurus STID. Sekarang mereka sudah tidak perlu khawatir lagi silahkan berhubungan dengan Koperasi Aptrindo,” ucapnya.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.