Pebisnis Logistik di Jakarta, Mulai Cemaskan Ketersediaan BBM Solar Subsidi

  • Share
Adil Karim, Ketua Umun DPW ALFI DKI Jakarta

LOGISTIKNEWS.ID – Pelaku usaha logistik di DKI Jakarta, mulai mencemaskan terhadap kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi untuk angkutan truk barang dan logistik.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim, berharap ada jaminan ketersediaan BBM jenis itu untuk angkutan logistik khususnya yang beroperasi di Ibukota.

“Jangan sampai kelangkaan BBM jenis Solar bersubsidi yang terjadi di beberapa daerah Indonesia, juga berimbas ke DKI Jakarta. Jika hal ini terjadi, aktivitas perekonomian nasional akan terganggu. Karenanya PT Pertamina perlu mengkalkulasikan dengan seksama mengenai kebutuhan BBM tersebut,” ujarnya kepada Logistiknews.id, saat ditemui dikantotnya pada Kamis (31/3/2022).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Logistiknews.id, bahwa pada beberapa fasilitas SPBU di wilahah DKI Jakarta juga sudah ada pembatasan volume pengisian Solar bersubsidi untuk truk logistik.

“Daripada ketidakpastian ketersedian BBM Solar Subsidi, mungkin sebaiknya dicabut saja istilah BBM subsidi tersebut kalau pihak Pertamina tidak bisa mengkalkulasikan berapa kebutuhan untuk menopang aktivitas logistik,” ucapnya.

Namun, Adil mengingatkan jika BBM Solar Subaidi dicabut maka harus ada jaminan dari PT Pertamina soal distribusi pasokannya untuk kebutuhan truk logistik.

“Konsekuensinya kalau BBM Solar Subsidi dicabut maka akan mendongkrak ongkos angkutan logistik dan imbasnya biaya logistik bakal naik 8-10%,” ucap Adil.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, asosiasinya banyak menerima keluhan dari pelaku usaha logistik di daerah antara lain; Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera prihal kelangkaan BBM jenis Solar tersebut.

“Pemerintah maupun PT Pertamina dan pelaku usaha terkait perlu duduk bersama untuk mencarikan solusinya yang ter<span;>baik, jika perlu subsidi terhadap BBM jenis Solar tersebut dihapuskan saja supaya pelaku usaha bisa memperoleh kepastian dan bisa bekerja normal,” ucap Yukki.

Yukki mengungkapkan, berdasarkan yang dialami para pelaku usaha logiatik di wilayah itu saat ini sudah<span;> dalam kondisi kritis karena pasokan BBM jenis Solar sangat menipis, bahkan mereka tidak berani mengeluarkan armadanya lantaran harus antri bisa sampai berhari-hari untuk memperoleh BBM tersebut.

“Seharusnya ada penyaluran BBM Solar bersubsidi bisa dipastikan jaminan ketersediaanya. Jangan sampai BBM jenis itu digunakan tidak sesuai peruntukannya. Saat ini kebanyakan digunakan oleh kendaraan pengangkut sawit maupun pertambangan yang semesti tidak mendapatkan jatah subsidi,” ucap Yukki.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.