KADIN Apresiasi CEISA 4.0, Layanan Logistik & Ekspor Impor Diharapkan kian Cepat

  • Share
Kapal vessel milik CMA CGM Columbus JAX (JAX) saat sandar di Jakarta International Container Terminal (JICT) pada Senin (31/10/2022).

LOGISTIKNEWS.ID- Kamar dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta mengapresiasi upaya Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu yang menghadirkan fasilitas layanan kepabeanan dan cukai agar lebih efisien bagi pengguna jasa dengan dukungan sistem teknologi informasi yang mumpuni melalui implementasi Costums-Excise Information System and Automation (CEISA) 4.0.

Wakil Ketua Bidang Kepabeanan, Transportasi dan Logistik Kadin DKI Jakarta, Widijanto mengemukakan, demi kelancaran arus barang dan logistik, saat ini diperlukan inovasi layanan kepabeanan berbasis IT yang lebih baik guna meminimalisir trouble yang bisa menghambat proses arus barang ekspor impor.

“Sebab, ketika ada trouble CEISA, pelaku bisnis yang kena imbasnya dan dirugikan karena biaya logistik jadi naik akibat proses ekpor terhambat dan pengeluaran barang impor lebih lama lantaran tertahan di pelabuhan,” ujar Widijanto, kepada Logistiknews.id, pada Rabu (22/11/2023).

Disisi lain, kata dia, pelaku usaha ekspor impor mesti dapat menyesuaikan dengan modul terbaru CEISA 4.0 yang disebut-sebut lebih simple itu sehingga tidak mengalami kendala dilapangan.

“Kami apresiasi Bea dan Cukai dalam hal ini, tetapi contingency plan atas penerapan CEISA 4.0 ini juga perlu diperhatikan. Misalkan jika terjadi pemadaman listrik atau trouble perlu diantisipasi dengan model layanan manual-nya agar tidak terjadi antrean proses layanan dokumen ekspor impor,” ucap Widijanto.

Wakil Ketua bidang Kepabeanan, Transportasi dan Logistik Kadin DKI Jakarta, Widijanto.

Sebagaimana diketahui, sistem  CEISA dirilis sejak 2018 dan kini terus dikembangkan dengan inovasi baru untuk menyesuaikan tuntutan perkembang zaman serta meningkatkan performance-nya.

Menengok perjalanannya, sejak tahun 1990, sistem layanan kepabeanan dan cukai yang ditunjang sistem berbasis IT telah mengalami beberapa masa evolusi. Dimulai dari Customs Fast Release System (CFRS), hingga di tahun 2012 menjadi awal diberlakukannya sistem aplikasi CEISA. Kemudian, Bea Cukai mengembangkan sistem teknologi informasi berbasis aplikasi webform bernama CEISA 4.0 sejak tahun 2018.

Menurut Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardhana, melalui keterangan resminya beberapa waktu lalu, bahwa CEISA 4.0 untuk memudahkan integrasi dan kolaborasi antara goverment to goverment (G2G), business to goverment (B2G), dan business to business (B2B).

Dikatakan bahwa Penerapan CEISA 4.0 telah membawa dampak efisiensi yang progresif. Seperti pengajuan rencana kedatangan sarana pengangkut (RKSP), inward manifest, hingga penjaluran, dapat diselesaikan CEISA 4.0 selama 1 menit 36 detik.

CEISA 4.0 juga menawarkan kecepatan penyelesaian proses kepabeanan sebelum kedatangan barang (Pre-Arrival Declaration), bahkan untuk importir yang bereputasi baik seperti Authorized Economic Operator (AEO) dan Mitra Utama (MITA), dokumen PIB dapat diajukan dan mendapatkan persetujuan pengeluaran barang sebelum pengajuan Inward Manifest (Pre-Notification).

Gelar Pelatihan PPJK

Sementara itu, pada Selasa (22/11/2023), pelaku usaha logistik yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta menggandeng Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok, menyelenggarakan pelatihan CEISA 4.0 kepada 500-an perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) anggota DPW ALFI DKI Jakarta.

CEISA atau Customs-Excise Information System and Automation merupakan sistem kepabeanan dan cukai berbasis IT untuk memberikan layanan kepada pengguna jasa di Bea Cukai.

Ketua DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim mengatakan, ALFI sebagai pelaku usaha logistik sangat mendukung perkembangan teknologi tersebut.

“Apalagi CEISA 4.0 juga akan dimandatorikan pada akhir bulan Nopember 2023. Dimana ada perubahan modul lama ke webbased CEISA 4.0. Dan hal ini mesti tersosialisasikan sebaik-baiknya kepada pengguna jasa atau stakeholders,” ujar Adil Karim saat memberikan sambutan pada kegiatan pelatihan itu.

Para perusahaan anggota ALFI DKI yang mengikuti pelatihan itu berkecimpung di Pelabuhan Tanjung Priok maupun Bandara Soeta. Adapun trainernya melibatkan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok maupun Tim IKC Ditjen Bwa dan Cukai Kemenkeu.

” ALFI mengapresiasi KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok serta Tim IKC Ditjen Bea dan Cukai atas kerjasama pelaksanaan pelatihan ini. ALFI DKI sangat mendukung program pemerintah terkait dengan CEISA 4.0,” ucap Adil.

Dia mengatakan, dengan adanya pelatihan ini maka bisa pelaku usaha bisa memberikan masukan guna meminimalisir jika ada kendala saat mandatori CEISA 4.0 dilaksanakan sehingga bisa mengurangi resiko dilapangan.

Pasalnya, imbuh Adil, beberapa kali sistem CEISA alami kendala, dan untuk itu kedepannya harus ada contigency plan jika persoalan serupa terjadi kembali.

“Sebab aktivitas logistik  di Pelabuhan Priok maupun Bandara Soeta itu sebagai pintu gerbang ekonomi dan kalau ada masalah disitu bisa menimbulkan biaya tinggi logistik yang berimbas pada ekonomi nasional,” ucap Adil Karim.[redaksi@logistiknews.id]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *