Jelang Lebaran: Pebisnis ‘Was-Was’ Behandle Peti Kemas di Jalur Merah Padat, Optimalkan Hico-Scan

  • Share
Truk Logistik Pengangkut Peti Kemas saat melintasi Alat Pemindai Kontainer yang di operasikan Bea dan Cukai Tanjung Priok di fasilitas TPFT Graha Segara.-photo:Logistiknews.id/Akhmad Mabrori

LOGISTIKNEWS.ID – Untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan peti kemas impor di jalur merah saat libur Lebaran 2024, pebisnis meminta optimalisasi penggunaan Hico-Scan atau alat pemindai peti kemas yang ada di Terminal Behandle TPFT Graha Segara di kawasan pelabuhan Tanjung Priok.

Selain itu, jumlah petugas pemeriksa di jalur merah mesti ditambah disesuaikan dengan volume peti kemas yang masuk lokasi behandle sehingga kegiatan pemeriksaan lebih cepat.

Hal itu diutarakan Wakil Ketua Umum Bidang Logistik, Kepelabuhanan dan Kepabeanan KADIN DKI Jakarta, Widijanto, guna mengantisipasi terjadinya hambatan arus barang lantaran truk pengangkut barang/logistik terkena aturan pembatasan operasional pada musim arus mudik dan balik Lebaran 2024.

“Karena sekarang (behandle) yang biasanya 3 hari sudah selesai keluar pelabuhan sekarang ini bisa memakan waktu 7 hari bahkan lebih – yang dihitung sejak penetapan jalur merah hingga menunggu penarikan dari tempat penumpukan ke lokasi behandle untuk pemeriksaan. Sehingga kalau ada pembatasan truk maka peti kemas yang sudah selesai behandle-pun belum bisa keluar. Ini akan berpotensi bikin lokasi behandle alami kepadatan,” ujar Widijanto.

Oleh karenanya, imbuh Widijanto instansi terkait dalam hal ini Bea dan Cukai setempat bisa lebih cepat mengantisipasi kondisi tersebut.

“Sebab jangan sampai terjadi kepadatan yang bisa menyebabkan stagnasi karena banyaj angkutan libur karena tidak bisa operasional,” ucapnya.

Disisi lain, Widijanto juga mengapresiasi langkah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang memberikan insentif berupa keringanan biaya selama masa pembatasan angkutan barang arus mudik dan balik Lebaran 2024.​​

Insentif tersebut yaitu diskon hingga 50 persen atas tagihan jasa penumpukan barang dan petikemas untuk impor di pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo.

Widijanto (photo:Logistiknews.id)

Sebelumnya, Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ardhy Wahyu Basuki mengatakan keringanan biaya layanan penumpukan di Pelindo tersebut diberikan selama periode 5-16 April 2024.

“Pemberian diskon berlaku bagi pelayanan bongkar antarpulau dan pelayanan untuk impor,” kata Ardhy.

Dia menyatakan pemberian diskon itu berlaku di terminal yang dioperasikan oleh Pelindo.

“Diskon ini berlaku juga untuk penumpukan petikemas pada area container yard (CY) perpanjangan (extended) dan CY lini 2 yang beroperasi dalam satu kawasan terminal serta tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT) yang tidak dapat keluar dari terminal (delivery) karena adanya pembatasan angkutan barang selama masa arus mudik dan balik angkutan Lebaran 2024,” ujar Ardhy.

Dia menegaskan pula bahwa sepanjang periode libur Lebaran 2024, operasional terminal tetap berjalan. Pelindo pun menjamin pelayanan bongkar muat kapal, penumpukan barang, penyediaan air bersih, dan layanan pendukung lainnya tetap berjalan 24 jam selama 7 hari.

“Aktivitas di dalam terminal tetap normal, bongkar muat barang dan petikemas di dermaga tetap berlangsung. Kami telah menyiapkan area pendukung untuk lapangan penumpukan agar tidak berlebih, termasuk juga rekayasa penumpukan di dalam terminal,” tuturnnya sambil menegaskan bahwa diskon tersebut juga merupakan bagian dari upaya Pelindo dalam mendukung kebijakan pemerintah.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur TPFT Graha Segara, Wildan S Anwar menyatakan, pihaknya siap mematuhi aturan soal pemberian discount oleh Pelindo tersebut.

Sebagaimana diketahui, bahwa mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, kereta tempelan atau kereta gandengan, serta mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan hasil galian (tanah,pasir,batu) dan hasil tambang dan bahan bangunan seperti besi, semen, kayu, dibatasi operasionalnya pada musim Lebaran tahun ini.

Hal tersebut dimuat dalam Keputusan Bersama (SKB) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP-DRJD 1305 Tahun 2024, Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor: SKB/67/II/2024, dan Direktur Jenderal Bina Marga Nomor: 40/KPTS/Db/2024 tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445 Hijriah, yang ditandatangani pada 5 Maret 2024.

Pembatasan operasional angkutan barang itu diberlakukan pada sejumlah ruas Jalan Tol maupun Non Tol mulai tanggal 5 April 2024 (pukul 09.00) s/d 16 April 2024 (pukul 08.00).[redaksi@logistiknews.id]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *