LOGISTIKNEWS.ID – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, menegaskan bahwa wirausaha industri kecil dan menengah (IKM) merupakan bagian penting dari tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kewirausahaan bukan semata-mata soal membuka usaha baru, melainkan tentang menghadirkan perubahan sosial dan ekonomi yang mendorong kemandirian serta produktivitas masyarakat,” ujarnya, melalui siaran persnya dikutip Selasa (25/11/2025).
Wamenperin juga menjelaskan bahwa peningkatan tingkat kewirausahaan berdampak langsung terhadap perekonomian daerah. Semakin banyak wirausaha yang tumbuh, semakin luas pula kesempatan kerja yang tercipta, peningkatan pendapatan masyarakat dapat terjadi, dan ekonomi daerah semakin berkembang.
Berdasarkan data BPS 2024, Indonesia memiliki sekitar 4,4 juta pelaku IKM, yang berkontribusi sebesar 99,8% dari total pelaku usaha nasional. Namun demikian, rasio kewirausahaan masih berada pada kisaran 3,35–3,47% per Februari 2025.
“Angka ini perlu terus didorong untuk mencapai target nasional sebesar 3,6% pada tahun 2029 atau lebih cepat,” ujar Faisol.
Wamenperin menyampaikan, penumbuhan wirausaha baru telah menjadi salah satu agenda besar Kemenperin, seiring dengan penguatan kebijakan transformasi industri menuju industri hijau serta percepatan digitalisasi.
Dia mengatakan, upaya ini diharapkan mampu menciptakan basis industri yang semakin merata di berbagai daerah dan tidak hanya terpusat pada perusahaan besar.
Faisol menekankan, penumbuhan wirausaha baru tidak hanya bertujuan mendorong masyarakat membuka usaha, tetapi juga membentuk pola pikir kewirausahaan yang kuat.
“Dengan demikian, pertumbuhan wirausaha yang terjadi bukan hanya dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas untuk mampu bertahan, berkembang, dan berdaya saing,” ucapnya.[syf]













