LOGISTIKNEWS.ID– PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) memperkuat kinerja operasional terminal kendaraan melalui transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi.
Upaya tersebut tercermin dari capaian kinerja operasional yang meningkat 15,09% secara konsolidasi (CBU, Alat Berat dan Truck/Bus), didukung implementasi PTOS-C sebagai platform digital operasional pada terminal internasional dan domestik.
“Hal ini mendorong peningkatan efektivitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa,” ujar Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, pada Selasa (27/1/2026).
Dia mengatakan, di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global dan domestik, IPCC menunjukkan komitmen kepada pemegang saham dan pengguna jasa melalui kinerja operasional yang terus bertumbuh secara berkelanjutan.
Perseroan juga fokus dalam memperkuat peran strategis terminal kendaraan di tengah transformasi industri otomotif nasional dan membangun ekosistem logistik kendaraan yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
“IPCC berkomitmen mendukung daya saing industri otomotif nasional, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun memperluas kontribusi Indonesia di pasar global,” ucap Sugeng.
Perseroan juga mencatat kinerja positif pada layanan kargo alat berat yang menempati posisi kedua terbesar, dengan pertumbuhan 24% secara year on year (YoY) atau bertambah 6.325 unit, sehingga total penanganan alat berat secara konsolidasi mencapai 32.677 unit pada tahun 2025.
Sementara itu, peningkatan paling signifikan terjadi pada layanan kargo truk/bus yang tumbuh 46,32% YoY atau 80.893 unit lebih banyak atau secara konsolidasi menjadi 255.502 unit.
“Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas pertambangan domestik seiring implementasi program hilirisasi industri sumber daya mineral, yang mendorong kebutuhan sarana angkut dalam jumlah besar,” paparnya.
Tagline Baru
IPCC secara berkelanjutan memperluas cakupan layanannya dengan mengoperasikan lima terminal satelit, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih merata, adaptif, dan efisien yang dilengkapi oleh sistem operasi terintegrasi dan berbasis digitalisasi.
Menurut Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono, sebagai entitas bisnis Pelindo Group di bawah pengelolaan Sub Holding Multi Terminal (SPMT) yang berfokus pada core bisnis pelabuhan di bidang kargo non-kontainer/multipurpose, kinerja operasi IPCC selama 2025 berhasil melayani kargo konsolidasi yang terdiri dari CBU, truck/bus, dan alat berat sebanyak 1.245.840 unit dan meningkat 188.009 unit dibandingkan periode yang sama 2024.
“Peningkatan kinerja operasional ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan cerminan dari upaya kami membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa,” ujar Bagus.
Melalui penerapan PTOS-C, perseroan ingin memastikan setiap proses operasional berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dia menjelaskan, seiring berkembangnya tren kendaraan ramah lingkungan, terminal Branch Jakarta IPCC mencatat masuknya kendaraan berbasis BEV (Battery Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle), dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dengan total 101.713 unit, atau sekitar 10,62% dari total CBU yang dilayani pada tahun 2025.
Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly, menyampaikan bahwa penguatan kinerja operasional tersebut merupakan bagian dari strategi IPCC dalam membangun layanan terminal kendaraan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Dengan tagline baru Integrated Auto Solutions, IPCC berkomitmen untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengguna jasa, pemangku kepentingan, dan ekosistem logistik nasional.[am]












