LOGISTIKNEWS.ID- Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, membuka secara langsung kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) yang mengambil tema ‘Potensi Ekspor Pasca Potensi Pasar Ekspor Pasca CEPA Europe dan Canada’ yang dilaksanakan di Jakarta pada Senin (8/12/2025).
Selain diikuti ratusan perusahaan ekspor dari berbagai daerah di Indonesia, acara itu turut dihadiri Ketua KADIN Indonesia Anindya Bakrie, Ketua Dewan Penasehat GPEI Johnny Darmawan, Direktur Operasi PT Pelindo, Putut Sri Mulyanto. Ketua Umum DPP GPEI Benny Soetrisno, Sekjen GPEI Toto Dirgantoro, serta asosiasi pelaku usaha seperti Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Juswandi Kristanto, dan sejumlah undangan lainnya.
Juga dihadiri oleh Ketua Umum GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia) Adhi S. Lukman, Direktur Kerjasama Intrakawasan & Antarkawasan Amerika dan Eropa menterian Luar Negeri (Kemenlu) Erma Rheindrayani Siswaluyo, dan Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Bayu Wicaksono.
Dalam sambutannya, Wamendag Roro mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi dan bersyukur bahwa kinerja ekspor saat ini masih tumbuh.
“Targetnya bisa tumbuh 8% pertahun. Karenanya Kemendag memprioritaskan kebijakan bagaimana agar ekspor nasional bisa meningkat. Saya juga berharap Rakernas GPEI ini untuk wadah memperkuat daya saing ekspor Indonesia ke depan. Juga kami dapat sampaikan bahwa Neraca perdagangan Indonesia tetap tangguh hingga Oktober 2025, dan ini juga berkat kerjasama ekspor,” ujar Wamendag.
Wamendag juga mengatakan bahwa pasar CEPA dapat meningkatkan peluang ekspor dan investasi di beberapa sektor tetmasuk kendaraan listrik, elektronik, pertambangan dan manufaktur.
“Tetapi kami juga mendorong agar UMKM bisa ekspor atau go global sehingga bisa berdaya saing,” ucap Wamendag.

Secara kumulatif hingga Oktober 2025, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 234,04 miliar. Trend ekspor nasional ini alami pertumbuhan atau naik sekitar 6,96% secara year on year (YOY) yang didorong terutama oleh sektor industri pengolahan (minyak kelapa sawit, logam dasar, elektronik) dan pertanian, dengan tujuan utama Tiongkok, AS, dan Asean.
Kelancaran Logistik
Ketua Umum DPP GPEI, Benny Soetrisno mengatakan perlunya kordinasi yang lebih baik di semua instansi pemerintah (Kementerian dan Lembaga) untuk memperlancar arus logistik, termasuk ekspor.
“Kita bersyukur ekspor meningkat atau surplus, tetapi kita juga berharap bagaimana lapangan pekerjaan di dalam negeri juga bisa surplus,” ujar Benny.

Ketua Dewan Penasehat GPEI Johnny Darmawan mengatakan, Rakernas ini diharapkan mampu memperjuangkan peningkatan ekspor nasional serta meningkatkan kerjasama Pemerintah dan pelaku usaha, khususnya eksportir.
“Saya berharap, melalui Rakernas ini ada diskusi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan ekspor, karena aktivitas ekspor meningkatkan pendapatan negara melalui pajak ekspor,” ujar Johnny.

Ketua Panitia Rakernas GPEI ke I Tahun 2025, Irwandy MA Rajabasa mengatakan, tercatat 150 orang menghadiri Rakernas tersebut yang berasal dari 14 Dewan Pengurus Daerah (DPD) GPE.
“Kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tudak langsung serta para sponshor sehingga acara ini bisa sukses,” ujar Irwandy.[am]












