LOGISTIKNEWS.ID- Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) akan menambah kapasitas layanan terminal curah kering di Pelabuhan Belawan, Medan Sumatera Utara dengan cara menambah atau perluasan gudang curah kering hingga bisa menampung 1,5 juta ton.
Branch Manager SPMT Belawan, Khoiruddin Lubis, mengatakan Pelabuhan Belawan merupakan salah satu cabang SPMT yang memiliki kinerja terbaik dengan menangani berbagai komoditi antara lain; cruide palm oil (CPO),Methanol, Aspal, Soya Bean Meal, Cangkang, Semen, Wire Rope, Coil, dan Rubber Box.
“Saat ini kami sedang menggagas penambahan kapasitas terminal curah kering di pelabuhan Belawan. Adapun kapasitas gudang eksisting untuk curah kering saat ini 1 juta ton curah. Pasca dikembangkan (gudangnya) nantinya akan menjadi 1, 5 juta ton,” ujar Khoiruddin saat ditemui di kantornya di Belawan, pada Kamis (27/2/2025).
Dia menargetkan, pengembangan terminal curah kering di Pelabuhan Belawan oleh SPMT itu bisa diwujudkan tahun ini juga.
“Sekarang masih on progres terkait perizinan dan yang lainnya. Mudah-mudahan tahun ini juga bisa terealisasi,” ucap Khoiruddin.
Disamping itu, imbuhnya, SPMT Branch Belawan juga berencana meningkatkan kegiatan multipurpose dengan mengusulkan dermaga Citra di pelabuhan Belawan untuk bisa menjadi dedicated layanan komoditi curah cair.
“Sebelumnya dermaga Citra itu lebih banyak melayani kayu log, dan curah cair. Namun kedepan hanya untuk dedicated curah cair,” ucapnya.
Saat ini, ada 35 perusahaan bongkar muat (PBM) yang tercatat aktif beraktivitas di pelabuhan Belawan.
“Kami juga tetap menjalin komunikasi dan harmonisasi dengan para PBM-PBM tersebut,” ujar Khoiruddin.
PT Pelindo Multi Terminal merupakan subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) / Pelindo yang dibentuk pada 1 Oktober 2021 lalu. PT Pelindo Multi Terminal memfokuskan layanan kepelabuhanannya pada pengelolaan terminal non-petikemas, seperti terminal curah cair, curah kering, multipurpose, hingga terminal penumpang dan terminal kendaraan.[am]













