LOGISTIKNEWS.ID- PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Cabang Panjang Lampung mencatat kinerja bongkar muat (throughput) 2025 mencapai 6.000.754 Ton, atau naik tipis dibanding pencapaian 2024 sebanyak 5.993.311 Ton.
Branch Manager PTP Cabang Panjang, Doddy Setiawan mengatakan, realisasi throughput pada 2025 itu berasal dari general cargo 220.016 Ton, bag cargo 344.212 Ton, curah cair.1.070.652 Ton, curah kering 4.114.530 Ton, kendaraan 6.286 unit dan hewan 207.149 ekor.
Sedangkan pada 2024, realisasinya untuk general cargo 220.016 Ton, bag cargo 508.045 Ton, curah cair.883.923 Ton, curah kering 4.170.468 Ton, kendaraan 77 unit dan hewan 210.781 ekor.
PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Non Peti Kemas merupakan operator terminal multipurpose yang merupakan dari subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT).
Target 2026
Doddy juga optimistis bahwa PTP Panjang bisa menangani bongkar muat hingga 6,7 Ton pada 2026 ini, menyusul adanya potensi pasar baru seperti Batubara yang untuk kebutuhan di wilayah Panjang saja 800 ribu hingga 1 juta Ton.
“Paling tidak kami targetkan sekitar 300 ribu Ton-nya (batubara) itu bongkar muatnya bisa lewat Pelabuhan Panjang,” ucapnya, pada Rabu (28/1/2026).
Selain itu, ada potensi pasar baru lainnya yakni tambahan komoditi Gula 500 ribu Ton, Garam 50 ribu Ton dan pupuk 300 ribu ton. PTP Cabang Panjang juga akan fokus pada layanan komoditi bungkil, dan pengembangan market bongkar muat batu sulit, maupun plywood dan turunnya.
“Makanya kami optimistis tahun ini bisa layanan sekitar 6,7 juta Ton,” ujar Doddy.[am]












