Trafik Kargo LNG di Pelindo Multi Terminal Benoa, Tumbuh Positif

  • Share
Branch Manager SPMT Branch Benoa, Herfianto Bayu. (dok:Logistiknews.id/Akhmad Mabrori)

LOGISTIKNEWS.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui PT Pelindo Multi Terminal (PMT), Subholding yang bergerak pada operasional terminal non-petikemas, mencatat pertumbuhan positif arus bongkar muat komoditas liquefied natural gas (LNG) di SPMT Branch Benoa.

Hingga April 2026, realisasi arus bongkar muat LNG tercatat sebesar 5.482.991 Metric Million British Thermal Unit (MMBTU) atau meningkat 5,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5.204.272 MMBTU.

Pertumbuhan tersebut turut memperkuat tren positif kinerja layanan LNG di PMT Branch Benoa dalam mendukung distribusi energi nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia tengah dan timur.

Secara tahunan, kinerja bongkar muat LNG di PMT Branch Benoa juga menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang tahun 2025, arus bongkar muat LNG tercatat mencapai 15.943.575 MMBTU atau tumbuh 14,3 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar 13.971.183 MMBTU.

Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh optimalisasi layanan operasional, kesiapan fasilitas terminal, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran distribusi energi melalui pelabuhan.

Branch Manager PMT Branch Benoa, Herfianto Bayu menyampaikan bahwa pertumbuhan arus LNG menjadi indikator meningkatnya aktivitas logistik energi serta kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan operasional pelabuhan.

“PMT Branch Benoa terus berkomitmen menjaga keandalan layanan bongkar muat LNG melalui penguatan aspek operasional, keselamatan, dan efisiensi layanan guna mendukung kelancaran distribusi energi nasional,” ujarnya saat ditemui di kantor PMT Branch Benoa, Bali pada Selasa (26/5/2026).

Sebagai bagian dari ekosistem logistik nasional, PMT terus mendorong peningkatan kualitas layanan dan pengembangan operasional terminal nonpetikemas agar mampu mendukung kebutuhan distribusi komoditas strategis secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Terminal LNG di Pelabuhan Benoa yang dikelola operasikan oleh Pelindo Multi Terminal (dok:Logistiknews.id/Akhmad Mabrori)

LNG adalah gas alam yang telah di proses, dimurnikan, dan di kondensasi menjadi cairan pada suhu sampai dengan -163° Celcius. LNG yang di bongkar di Pelabuhan Benoa kemudian di Regasifikasi (dipanaskan menjadi gas kembali) untuk kemudian di bawa ke pembangkit listrik PT PLN Indonesia Power.

Bayu menjelaskan, LNG yang dibongkar di Pelabuhan Benoa berasal dari Bontang Kalimantan Timur.

LNG tersebut di bongkar dari kapal pengangkut LNG ke penyimpanan sementara terapung menggunakan pipa sehingga proses pengiriman lebih efisien, yang kemudian di proses menjadi gas dan di alirkan ke pembangkit listrik PT PLN Indonesia Power untuk kemudian dialirkan ke masyarakat provinsi Bali.

Area Pengembangan

Pelabuhan Benoa saat ini sebagai Area Pengembangan (AP)2 yang diperuntukkan kegiatan kapal-kapal cargo curah cair BBM, non BBM, terminal LNG dan multipurpose.

Pelabuhan Benoa juga merupakan proyek stategis nasion (PSN) Bali Maritime Tourism Hub yang bertujuan untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia yang memiliki manfaat dalam mengakomodasi pengembangan Bali sebagai pelabuhan utama layanan kapal pesiar di Indonesia, menyediakan fasilitas terminal energi bersih, dan menyediakan fasilitas pengolahan perikanan serta meningkatkan perdagangan ritel, khususnya untuk wilayah Bali dan sekitarnya guna menumbuhkan kegiatan ekonomi berkelanjutan.

Adapun perbedaan AP1 dan AP2 adalah peruntukan dimana AP1 diperuntukan utk zona yatch, Marina support. Sedangkan AP2 diperuntukkan sebagai zona terminal curah cair dan multipurpose.

“Target operasi dari terminal LNG di AP2 paling cepat adalah  triwulan ketiga tahun 2026,” ucap Bayu.

Dia memaparkan, eksistensi terminal LNG di Bali sejalan dengan semangat pemerintah provinsi Bali dalam menciptakan Bali yang bersih dan mandiri energi sebagai salah satu sumber energi listrik di Bali dan juga merupakan energi Bersih yang ramah lingkungan.

Adapun peran Pelindo sebagai penyedia fasilitas pelabuhan yang digunakan sebagai terminal LNG dan menyediakan alur dan kolam pelabuhan yang layak untuk sandar kapal-kapal LNG, dermaga yang layak dan fasilitas penunjang lainnya seperti pipa penyalur gas dari pelabuhan sampai dengan pembangkit listrik PT PLN Indonesia Power.

“Rencana pengembangan kedepan adalah penambahan kapasitas terminal dari 50 MMBTU menjadi 100 MMBTU .Dengan penambahan fasilitas pipa penyalur tersebut targetnya dapat lebih optimal memenuhi kebutuhan gas untuk pembangkit listrik demi kepentingan masyarakat Bali,” tutup Bayu.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *