Pelabuhan Sape Perkuat Akses Wisata dan Ekonomi KTI

  • Share
Layanan ASDP

LOGISTIKNEWS.ID – Perjalanan menuju Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia, tidak hanya dimulai dari bandara, tetapi juga dari laut.

Dari Pelabuhan Sape di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, ribuan masyarakat dan wisatawan menyeberang setiap bulan menuju Pulau Flores.

Jalur ini bukan sekadar menghubungkan dua pulau, melainkan menjadi penggerak aktivitas pariwisata, perdagangan, dan perekonomian di kawasan timur Indonesia.

Sebagai operator penyeberangan nasional, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus menjaga keandalan layanan di Pelabuhan Sape agar konektivitas antarpulau tetap lancar, aman, dan berkelanjutan.

Keberadaan pelabuhan ini menjadi pintu masuk strategis menuju berbagai destinasi unggulan di Nusa Tenggara Timur sekaligus memperkuat distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan Pelabuhan Sape merupakan simpul transportasi yang memiliki peran strategis dalam membuka akses menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan destinasi wisata kelas dunia.

Pelabuhan Sape memiliki peran penting sebagai penghubung masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan menuju berbagai pusat pertumbuhan ekonomi maupun destinasi pariwisata unggulan.

“Melalui layanan penyeberangan yang andal, ASDP berkomitmen menghadirkan konektivitas yang mampu mendorong pemerataan ekonomi sekaligus membuka akses terhadap potensi daerah,” ujar Heru, pada Minggu (12/7/2026).

Labuan Bajo sendiri telah berkembang menjadi destinasi wisata kelas dunia yang menawarkan beragam daya tarik, mulai dari Taman Nasional Komodo, Pulau Padar, Pink Beach, hingga Desa Wae Rebo yang semakin populer sebagai destinasi wisata budaya berkat keunikan rumah adat Mbaru Niang dan panorama alam pegunungannya.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa ASDP telah mengambil bagian dalam pengembangan kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo melalui pembangunan Meruorah Komodo Labuan Bajo.

Sejalan dengan transformasi BUMN sektor pariwisata, aset tersebut kini telah menjadi bagian dari ekosistem InJourney. Kehadiran kawasan tersebut menjadi salah satu fondasi penguatan destinasi sekaligus melengkapi ekosistem layanan pariwisata di Labuan Bajo yang semakin terintegrasi.

“Sepanjang Januari hingga Mei 2026, lintasan Sape–Labuan Bajo telah melayani sebanyak 12.903 penumpang dan 6.935 kendaraan. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan konektivitas masyarakat maupun wisatawan menuju kawasan Flores,” ujar Windy.

Urat Nadi

Di sisi lain, Pelabuhan Sape juga menjadi urat nadi konektivitas bagi wilayah Bima dan kawasan timur Pulau Sumbawa.

Pelabuhan ini membuka akses menuju pusat perdagangan, aktivitas ekonomi, serta mendukung kelancaran distribusi logistik yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Potensi Bima pun terus berkembang. Destinasi seperti Pulau Kelapa, Pantai Pink, dan Tanjung Meriam menawarkan pengalaman wisata bahari, mulai dari snorkeling hingga menyaksikan lumba-lumba di habitat alaminya.

Selain itu, sektor peternakan sapi dan kambing serta komoditas perkebunan kelapa menjadi kekuatan ekonomi yang menopang kesejahteraan masyarakat setempat.

Saat ini ASDP Cabang Sape melayani lima lintasan strategis dengan dukungan empat armada, yakni KMP Cakalang, KMP Cucut, KMP Komodo, dan KMP Tongkol.

Kehadiran armada tersebut memastikan mobilitas penumpang maupun distribusi barang tetap berjalan optimal.

Sebagai jalur vital nasional, ASDP akan terus menjaga keandalan layanan penyeberangan sebagai simpul konektivitas yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia.

“Melalui layanan yang semakin andal, ASDP berharap dapat terus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, memperkuat distribusi logistik, serta membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat,”ucap Windy.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *