LOGISTIKNEWS.ID- Dinamika operasional depo kontainer masa kini menuntut kecepatan, keakuratan, dan efisiensi tingkat tinggi.
Berdasarkan pengalaman di lapangan, pengelola depo kerap menghadapi berbagai tantangan kritikal, mulai dari pencatatan manual yang memakan waktu dan rawan kesalahan (human error), sulitnya memantau posisi kontainer secara akurat, hingga proses penyusunan laporan operasional yang lambat.
Selain itu, ketidakhadiran integrasi dengan sistem eksternal pelayaran sering kali berdampak pada penurunan produktivitas dan berkurangnya kepuasan pelanggan.
Menjawab tantangan tersebut, eLOGI Global International menghadirkan Depo Management System (DMS), yakni sebuah solusi terpadu berbasis web dan mobile yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan operasional depo kontainer.
President Commissioner eLOGI Global International, Fadil Shahab, mengatakan sistem ini mentransformasi proses konvensional menjadi ekosistem digital yang paperless dan personless, meminimalkan dokumen fisik serta interaksi manual yang berulang.
“DMS eLOGI dibangun dengan arsitektur modular yang memungkinkan penyesuaian fitur mengikuti skala dan kebutuhan spesifik masing-masing depo,” ujarnya melalui keterangan pers-nya yang diterima Lgistiknews.id pada Rabu (1/7/2026).
Adapun kapabilitas inti yang dihadirkan dalam sistem ini meliputi Manajemen Gate In / Gate Out dan Surveyor; Visualisasi Stock 3D dan Manajemen Penumpukan; Modul EXIM dan Cashier Terintegrasi Fasilitas; Digitalisasi Maintenance & Repair (MNR) serta Ready to Integrate with API dan Akses Ekosistem depo LOGI.
Fadil mengungkapkan, selain fungsionalitas sistem yang komprehensif, DMS eLOGI menawarkan fleksibilitas tanpa batas melalui akses multi-platform, yakni portal Web dan Aplikasi Mobile.
Memahami tingginya mobilitas personel di area penumpukan yard, eLOGI juga membekali petugas lapangan seperti sekuriti dan surveyor dengan aplikasi ponsel khusus yang responsif dan siap pakai.
“Berkat basis aplikasi mobile ini, seluruh proses kritis mulai dari verifikasi kedatangan truk di pintu gerbang, pengecekan kondisi kontainer (survey in/out), hingga pembaruan linimasa kontainer dapat dieksekusi secara instan dari genggaman ponsel, kapan saja dan di mana saja,” ucapnya.
Dia mengatakan, seluruh perpindahan data tersebut juga dilindungi oleh protokol keamanan Role-Based Access Control (RBAC), yang memastikan data tetap rahasia dan hanya bisa diakses oleh personel yang memiliki otoritas.
Logistik Modern
Menurut Fadil, menunda digitalisasi di era logistik modern sama dengan membiarkan margin profit perusahaan menguap perlahan akibat inefisiensi manual.
Karenanya, imbuh dia, DMS dari eLOGI Global International tidak diciptakan sekadar sebagai aplikasi pencatat; ini adalah ‘pusat komando’ strategis.
“Kami memotong birokrasi yang berbelit, menutup celah kebocoran operasional secara absolut, dan menyerahkan kendali mutlak ke tangan manajemen eksekutif secara real-time,” jelas Fadil.
Dia memaparkan, ketangguhan sistem DMS eLOGI bukan sekadar konsep. Saat ini, sistem tersebut telah dipercaya dan diimplementasikan oleh lebih dari 10 depo kontainer, dengan kemampuan mengelola lebih dari 13.000 transaksi setiap bulannya.
Jaringan eLOGI juga telah terintegrasi dengan berbagai mitra pelayaran dan korporasi terkemuka, di antaranya AIMS Group, Indo Container Lines (ICON Lines), Pacific, Smart, Forway Logistics, hingga Kawasan Industri Makassar (KIMA).[am]













