Mengintip Lonjakan Arus Kargo Via Kijing dan Asa Pelaku Logistik di Kalbar

  • Share
Layanan Nonpetikemas Terminal Kijing

LOGISTIKNEWS.ID- Aktivitas kargo nonpetikemas di Terminal Kijing, Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar) saat ini semakin menggeliat menyusul meningkatnya kepercayaan pelaku usaha di Kalbar dan sekitarnya memanfaatkan fasilitas terminal tersebut.

Sejumlah kapal kargo (Bauksit, Batubara, Alumina dan Biji Sawit atau Kernel) nampak sedang dilayani bongkar muat pada fasilitas dermaga nonpetikemas yang dikelola operasikan PT Pelindo Multi Terminal tersebut saat Logistiknews.id melakukan kunjungan ke terminal Kijing pada Kamis (13/8/2026).

Salah satu kegiatan yang cukup sibuk yakni layanan pemuatan kargo alumina (bahan baku alumunium) yang sedang dilakukan dari sejumlah armada Truk tanki ke kapal kargo Port Alfred yang akan memuat sebanyak 28 ribuan Ton Alumina dari Terminal Kijing tujuan Inalum Kuala Tanjung Sumatera Utara (Sumut).

Kapal tersebut diketahui sudah 10 hari dilayani di Terminal Kijing dan rencananya dalam dua atau tiga hari mendatang akan bertolak ke Kuala Tanjung.

Suwanda

Menurut Branch Manager PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Cabang Pontianak, Suwanda, fasilitas dan peralatan Terminal Kijing akan terus dikembangkan kedepannya seiring dengan tumbuhnya arus kargo melalui pelabuhan tersebut.

Berdasarkan data PTP Cabang Pontianak Kalbar, selama Januari s/d Juni 2026, Terminal Kijing telah melayani sebanyak 3.277.985 Ton kargo nonpetikemas dengan rincian General Cargo 25.955 Ton, Bag Cargo 66.936 Ton, Curah Cair 1.300.872 Ton, dan Curah Kering 1.884.222 Ton.

Capaian selama semester I Tahun 2026 itu naik 88,25% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 1.741.367 Ton yang berasal dari General Cargo 1.385 Ton, Bag Cargo 51.429 Ton, Curah Cair 732.979 Ton dan Curah Kering 955.574 Ton.

Ketua ALFI Pontianak Kalbar, Dharmayadi

Dikonfirmasi Logistiknews.id, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kalbar, Dharmayadi mengungkapkan bahwa sejak mulai dioperasikan, Terminal Kijing sudah diminati angkutan kargo nonpetikemas, khususnya bongkar muat kargo curah kering.

“Kalau kargo nonpetikemas sudah lama ramai di Kijing, namun sekarang untuk petikemas juga baru mau mulai ramai,” ujarnya.

Dharmayadi mengatakan, untuk kargo nonpetikemas dinilai lebih efesian dihandle di Terminal Kijing lantaran sudah terbentuk ekosistemnya dengan berdirinya beberapa pabrik di sana, sehingga  costnya bisa lebih rendah.

“Tetapi yang untuk kargo jenis petikemas yang bongkar di Terminal Kijing lebih ke arah untuk pantai utara, cost juga lebih murah jadinya,” ucap Dharmayadi.

Namun dibalik geliat layanan kargo nonpetikemas tersebut , imbuhnya, ALFI menyayangkan karena semua asosiasi kemaritiman dan logistik di Kalbar belum dilibatkan dalam  perhitungan tarif-tatif pelayanan di terminal Kijing. [am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *