LOGISTIKNEWS.ID- Badan Pengurus Pusat Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPP GINSI) menggelar Tasyakuran bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) GINSI ke 70, di kantornya yang terletak di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara, pada Kamis (21/5/2026).
Peringatan HUT GINSI ke 70 yang secara sederhana namun khidmat tersebut di hadiri sejumlah pengurus GINSI, perusahaan importir, sejumlah pelaku usaha di pelabuhan Tanjung Priok maupun undangan lainnya.
Acara yang diiringi pembacaan doa bersama dan kemudian dilakukan pemotongan tumpeng itu juga dihadiri EGM Pelabuhan Tanjung Priok Yandri Tri Saputera dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Indonesia (Aptesindo) HM. Roy Rayadi.
Ketua Umum BPP GINSI Capt H Subandi, pada kesempatan itu berpesan, ditengah situasi geopolitik dan perekonomian global saat ini aktivitas importasi sedang tidak baik-baik saja.
“Belum lagi kondisi saat ini terjadi pelemahan mata uang Rupiah terhadap mata uang dollar Amerika (US) yang tentunya berimbas pada kenaikan harga barang dan biaya transportasi maupun logistik. Dampak lainnya daya beli masyarakat juga menurun,” ujar Subandi.
Kondisi tersebut belum termasuk masih adanya sejumlah kebijakan di dalam negeri yang dinilai menghambat aktivitas importasi seperti wajib Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Mudah-mudahan Pemerintah Indonesia memiliki solusi ampuh dalam memperbaiki kondisi ekonomi nasional,” ucap Capt Subandi.
Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) adalah asosiasi resmi yang mewadahi pelaku usaha importir di Indonesia.
GINSI selama ini juga mewakili kepentingan dan memberikan advokasi bagi importir nasional, menjadi mitra pemerintah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan.[am]













