LOGISTIKNEWS.ID- Sepanjang periode Januari–April 2026, total arus peti kemas internasional (ekspor dan impor) melalui Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS) mencapai 472 ribu Twenty Foot Equivalent Units (TEUs) atau turun 5,5% dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat 498 ribu TEUs.
Penurunan tersebut disebabkan oleh faktor unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume kargo dan ship’s call kapal.
“Hal ini terjadi karena jadwal layanan pelayaran tetap dipertahankan, namun volume kargo di pasar belum tumbuh secepat kapasitas angkut kapal yang tersedia” ujar Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, melalui keterangan pers-nya diterina Logistiknews.id, pada Rabu (20/5/2026).
Dia mengatakan, meski demikian gairah kunjungan kapal internasional ke TPS tetap meningkat sebesar 0,59%, yakni dari 335 kunjungan pada awal tahun lalu menjadi 337 kunjungan pada empat bulan pertama tahun ini.
Saat ini, imbuhnya, TPS sedang melaksanakan proses transformasi operasional secara bertahap seiring dengan kedatangan dan pengoperasian peralatan baru, antara lain 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan 4 unit Electric Container Crane (E-CC).
Transformasi ini diiringi dengan berbagai penyesuaian operasional guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi layanan.
“Langkah step up ini merupakan komitmen TPS untuk terus memberikan layanan yang prima dan handal kepada seluruh Pengguna Jasa di tengah dinamika industri logistik,” ucap Erika.
TPS juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan yang tetap setia menjaga dan mendukung kelancaran implementasi program transformasi ini.
Sementara itu, Sekretaris DPC INSA Surabaya, Dwi Agus, mengapresiasi efisiensi operasional yang dihadirkan TPS di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak.
“Berbagai perbaikan yang dilakukan TPS selama ini telah memberikan dampak positif bagi efisiensi dan kepastian layanan bagi perusahaan pelayaran. Kami berharap TPS dapat terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung kelancaran rantai pasok,” kata Dwi Agus.
Komitmen TPS dalam menggenjot produktivitas dapat dilihat sepanjang dua bulan pertama tahun 2026, yakni dengan rata-rata kinerja bongkar muat mencapai 50 box/ship/hour.
Angka tersebut melampaui standar minimum yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yakni sebesar 48 box/ship/hour.
Dengan kinerja tersebut, TPS tetap dapat mempertahankan dominasi dengan menguasai 83% pangsa pasar (market share) peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.[am]













