Ini Hasil Survey Kinerja Depo & Terminal di Priok versi Aptrindo

  • Share
Hasil Survey Aptrindo

JAKARTA – Pebisnis Logistik yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) telah mengumumkan hasil survey terkait keberadaan fasilitas depo penyumbang kemacetan di kawasan Tanjung Priok yang banyak dikeluhkan pelaku usaha logistik.

Survey diikuti 197 responden yang terdiri dari Pengemudi Truk sebanyak 61,4%, Pengusaha Truk 36,4% dan sisanya merupakan perusahaan forwarder dan pemilik barang.

Survei Pelayanan Depo dan Terminal Petikemas di Tanjung Priok itu dilaksanakan sejak 21 April s/d 28 April 2021.

Berdasarkan hasil survey yang diumumkan Aptrindo pada Jumat (7/5/2021), Terdapat beberapa fasilitas depo di luar kawasan pelabuhan Tanjung Priok yang menurut responden seringkali mengalami antrean dalam pelayanan lantaran proses muat kontainernya memakan waktu lama.

Depo tersebut yakni; Dwipa Kharisma Mitra, K-Line Mobaru Diamond Indonesia, Citra Prima Container, Quad Contena Logistics, G-Fortune, Tungya Colins Terminal, Maju Depot Logistics, Prada Duta Indonesia, SPIL dan CCIS.

Selain pelayanan di depo kontainer, responden juga memberikan gambaran mengenai tingkat pelayanan di terminal peti kemas pelabuhan Tanjung Priok (lihat tabel).

Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan, melalui hasil survey tersebut diharapkan dapat mendorong perusahaan depo kontainer di luar pelabuhan Priok untuk meningkatkan pelayanan dan kinerjanya kepada pengguna jasa atau customer.

“Kami ingin ada perbaikan pelayanan di fasilitas depo untuk meminimalisir kemacetan yang terjadi di kawasan Tanjung Priok yang selama ini sangat mengganggu proses distribusi barang dari dan ke pelabuhan Priok,” ujarnya.

Metedologi 

Survey tersebut dilakukan secara acak dan transparan dengan mengirimkan formulir kepada para pengemudi truk dan perusahaannya sehubungan dengan kemacetan yang sering dikeluhkan  sopir dan pengguna jasa  terhadap beberapa depo dan terminal petikemas di wilayah Tanjung Priok.

Dalam survey itu, responden diminta memilih 5 fasilitas depo yang antri dan muatnya paling lama saat melakukan pelayanan. Tersedia puluhan depo yang dicantumkan dalam form survey tersebut antara lain; PT. Dunia Express Transindo, PT. Masaji Tatanan Kontainer Indonesia, PT. Segara Pasific Maju ( SPM ), PT. Gema Nawagraha Sejati ( GNS ), PT. Ritra Konnas Freight Centre, PT. Dwipa Kharisma Mitra, PT. Puninar Yusen Logistics Indonesia, PT. Bina Sinar Amity ( BSA ) dan PT. Multi Bina Pura International (MBP).

Selain itu, PT. Global Terminal Marunda ( GTM ), PT. KAN IsoTank Mandiri, PT. Glorious Interbuana, PT. K’Line Mobaru Diamond Indonesia, PT. Tunas Mitra Selaras, PT. Citra Prima Container (CPC), PT. Seacon Terminal, PT. Quad Kontena Logistics, PT. Sentra Sinar Baru ( SSB ), PT. Sarana Inti Logitama, PT. Temas Pendulum Nusantara, PT. Sanggraha Inti Jaya ( Forway), PT. Depo Lautan Nusantara (DLN), PT. Kencana Utama Kontainer, dan PT. Delta Kontainer Depot.

Kemudian, PT. GFC Indonesia Terminal ( FORTUNE ), PT. Sima Bintang Niaga,PT. Tungya Collins Terminal, PT. Setia Putra Sejati, PT. Maju Depot Logistik (MDL), PT. Prada Duta Indonesia, PT. Bimaruna Jaya./ Korindo, PT. Bestindo Central Container (BCC), PT. Airin, PT. Handalan Jaya Sentosa, Depo TBNS, PT. Salam Pacific Indinesia Line (SPIL), Depo TAM, PT. Tradecorp Indonesia, PT. CMA-CGM Inland Service (CCIS), PT. DAMCO WAREHOUSING INDONESIA, PT. GL Terminal Logistik, PT. AVINDO PORTLINK dan PT. MULTICON INDRAJAYA TERMINAL.

Dalam survey itu, responden juga diminta untuk memberikan masukan/memilih 5 terminal peti kemas di pelabuhan Priok yang antri dan muatnya paling lama saat pelayanan.

Terminal yang disurvey yakni; Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari, T3 OJA ( Terminal Olah Jasa Andal ), Terminal Tangguh Samudera Jaya (TSJ ), Adipurusa dan MTI.

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.