LOGISTIKNEWS.ID– Jumlah kontainer yang melebihi batas waktu penumpukan atau longstay di kawasan pabean pelabuhan Tanjung Priok, pada Selasa 20 Januari 2026 tercatat sebanyak 11.437 bok.
Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, per Selasa (20/1/2026) pukul 14.00 Wib, jumlah itu berasal dari kontainer longstay yang menimbun lebih dari 30 hari sebanyak 828 bok dan yang menumpuk lebih dari 3 hari 1.609 bok
Adapun rincian kontainer yang menimbun lebih dari 30 hari tersebut tersebar di Jakarta International Container Terminal (JICT) 356 bok, Terminal Peti Kemas (TPK) Koja 200 bok, IPC TPK Internasional (OJA) 5 bok, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 5 bok.
Kemudian, IPC TPK Domestik (MSA) 154 bok, IPC TPK Domestik (009) 1 bok, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 21 bok, IPC TPK Domestik (DHU) 55 bok.
Selain itu, New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 13 bok, Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL) 15 bok, dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 1 bok.
Lebih Dari 3 Hari
Adapun jumlah kontainer longstay yang melewati masa penumpukan lebih dari 3 hari di pelabuhan itu berada di JICT 2.351 bok, Terminal Peti Kemas (TPK) Koja 2.109 bok, IPC TPK Internasional (OJA) 681 bok, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 1.251 bok.
Kemudian, IPC TPK Domestik (MSA) 474 bok, IPC TPK Domestik (Temas) 38 bok, IPC TPK Domestik (009) 83 bok, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 804 bok, IPC TPK Domestik (DHU) 338 bok.
Selain itu, New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 1.825 bok, Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL) 388 bok, dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 267 bok.
Rerata YOR
Adapun rata-rata tingkat isian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) per Selasa 20 Januari 2026 mencapai 27% s/d 56%
Rincianya, rerata YOR di JICT 53%, TPK Koja 55%, IPC TPK Internasional (OJA) 43%, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 43%, IPC TPK Domestik (MSA) 56%, IPC TPK Domestik (Temas) 56%, IPC TPK Domestik (009) 37%, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 49%, dan IPC TPK Domestik (DHU) 46%.
Kemudian, New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 44%, Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL) 29%, Indonesia Kendaraan Terminal (KT) 27%, PTP Multipurpose 44% dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 54%.[am]











