LOGISTIKNEWS.ID- Jumlah kontainer yang melebihi batas waktu penumpukan atau longstay di kawasan pabean pelabuhan Tanjung Priok, terus bertambah pasca libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Jika sebelum akhir tahun atau per 30 Desember 2025 hanya sebanya 13.219 bok kontainer longstay, namun kini jumlahnya hampir mendekati 15 ribuan bok.
Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id pada Selasa pagi (6/1/2026) jumlah kontainer longstay di kawasan pabean Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 14.872 bok.
Jumlah itu berasal dari kontainer longstay yang menumpuk lebih dari 30 hari sebanyak 879 bok dan yang menumpuk lebih dari 30 hari sebanyak 13.993 bok
Adapun rincian kontainer yang menumpuk lebih dari 30 hari tersebut tersebar di Jakarta International Container Terminal (JICT) sebanyak 406 bok, Terminal Peti Kemas (TPK) Koja 199 bok, IPC TPK Internasional (OJA) 3 bok, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 3 bok.
Kemudian, IPC TPK Domestik (MSA) 124 bok, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 21 bok, dan IPC TPK Domestik (DHU) 86 bok.
Selain itu, di New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 18 bok,Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL) 12 bok, dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 7 bok.
Lebih Dari 3 Hari
Adapun jumlah kontainer longstay yang melebiihi masa penumpukan lebih dari 3 hari di pelabuhan itu berada di JICT tercatat 4.008 bok, TPK) Koja 2.757 bok, IPC TPK Internasional (OJA) 880 bok, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 765 bok.
Kemudian, IPC TPK Domestik (MSA) 912 bok, IPC TPK Domestik (Temas) 49 bok, IPC TPK Domestik (009) 36 bok, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 1.070 bok, IPC TPK Domestik (DHU) 829 bok. Sedangkan di NPCT-1 sebanyak 1.836 bok, TMAL 253 bok, dan PNP 598 bok.[am]













