Achmad Muchtasyar Nahkodai Pelindo, Aptrindo Harapkan Green Port & Persoalan Klasik ‘Kemacetan Logistik’ Tak Ada Lagi 

  • Share
Achmad Muchtasyar

LOGISTIKNEWS.ID– Pelaku usaha berharap PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dapat melakukan transformasi besar-besaran dalam mendongkrak kinerja operasional pelabuhan yang dikelolanya untuk lebih mengefisiensikan layanan logistik nasional dan mewujudkan ‘green port‘.

“Kita berharap layanan transportasi dsn logistik khususnya receiving dan delivery (R/D) trucking dia Pelabuhan semakin lancar, dan tidak ada lagi kemacetan,” ujar Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan, kepada Logistiknews.id, pada Selasa (24/2/2026).

Dia menyampaikan harapan dan masukan tersebut merespon adanya perombakan pada jajaran Direksi Pelindo, baru-baru ini, dimana kini Achmad Muchtasyar diangkat sebagai Direktur Utama (Dirut) Pelindo menggantikan Arif Suhartono.

“Sehubungan dengan adanya penggantian jajaran direksi Pelindo, kami dari Asosiasi Pengusaha Truk menyampaikan harapan dan dukungan penuh kepada direksi yang baru agar dapat membawa peningkatan nyata terhadap kelancaran operasional pelabuhan, khususnya terkait arus keluar masuk kendaraan logistik,” ucap Gemilang.

Aptrindo menilai bahwa kelancaran arus truk menuju dan dari pelabuhan merupakan faktor krusial dalam menjaga efisiensi distribusi nasional.

Oleh karena itu, Aptrindo berharap manajemen Pelindo yang baru dapat mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur tol yang telah dibangun guna mendukung integrasi langsung dengan kawasan pelabuhan, sehingga tidak terjadi lagi kemacetan yang selama ini kerap menjadi kendala utama.

Gemilang menegaskan, selama ini, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa arus logistik truk masih sering terhambat, terutama pada jalur akses utama seperti koridor Cikampek, yang berdampak pada waktu tempuh, biaya operasional, serta stabilitas rantai pasok.

“Kami berharap ke depan terdapat langkah strategis, terukur, dan berani dalam pengambilan kebijakan, sehingga persoalan klasik kemacetan logistik tidak terus berulang,” ucapnya.

Ketum DPP Aptrindo itu juga menyatakan siap bersinergi dan berdialog konstruktif dengan jajaran direksi Pelindo yang baru demi terciptanya sistem logistik pelabuhan yang lancar, efisien, dan berdaya saing tinggi.

Apalagi, Menurut Gemilang, Pelindo saat ini harus lebih berorientasi pada layanan yang modern (green port) dan fokus pada mengatasi ancaman kemacetan khususnya di pelabuhan Tanjung Priok.

“Sebab Priok menjadi salah satu kunci logistik nasional yang harus dibikin lancar, untuk layanan receiving dan delivery-nya,” jelas Gemilang.

Gemilang Tarigan

Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, bahwa parameter harian receiving dan delivery (R/D) di pelabuhan Tanjung Priok, khususnya di Jakarta International Container Terminal (JICT) adalah sebanyak 4.500 bok/hari, Terminal Petikemas (TPK) Koja 2.000 bok, IPC TPK Internasional (OJA) dan IPC TPK Internasional (TSJ) 1.500 bok.

Adapun parameter R/D harian di IPC TPK Domestik (MSA) dan IPC TPK Domestik (Temas) 2.000 bok, IPC TPK Domestik (009) sebanyak 800 bok, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 1.500 bok, dan IPC TPK Domestik (DHU) 1.500 bok.

Selain itu, parameter R/D harian di New Priok Container Terminal-One (NPCT-1) sebanyak 2.800 bok, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL/NPH) 1.200 bok, PT Pelabuhan Tanjung Priok/PTP Multipurpose 350 bok dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 750 bok.

Sedangkan di Terminal Khusus Mobil atau Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) parameter harian R/D-nya sebanyak 1.500 unit.

Profil Achmad Muchtasyar

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah melakukan perubahan susunan pengurus. Mengutip website resminya, Achmad Muchtasyar diangkat sebagai Direktur Utama.

Dalam menjalankan tugasnya, dia dibantu oleh Drajat Sulistyo yang mengisi jabatan Wakil Direktur Utama.

Dilansir dari laman resmi perusahaan, Senin (23/2/2026), pria kelahiran 19 Februari 1973 ini mengawali pendidikan tinggi di Universitas Trisakti dengan mengambil jurusan Teknik Perminyakan dan lulus pada 1997.

Studi Magister Teknik Industri di University of New Haven, Amerika Serikat, diselesaikannya pada 2000 yang kemudian dilanjutkan dengan gelar Sarjana Ilmu Hukum dari Universitas Bhayangkara pada 2020.

Program Profesi Insinyur dituntaskan Achmad di Universitas Gadjah Mada pada 2023.

Karier profesionalnya dimulai di perusahaan migas multinasional ExxonMobil sebagai procurement service analyst pada awal 2000-an. Pengalaman di sektor hulu migas berlanjut melalui sejumlah posisi strategis di SKK Migas dan BPH Migas, yang memperkaya pemahamannya terhadap tata kelola industri energi nasional.

Achmad kemudian memperluas kiprahnya ke sektor korporasi dan BUMN. Ia sempat menjabat Chief Business Development Officer di Bakrie Metal Industry, sebelum dipercaya menduduki posisi strategis di berbagai perusahaan pelat merah.

Pada 2020–2021, ia menjabat Direktur Pengembangan Usaha PT Rekayasa Industri. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Direktur Infrastruktur dan Teknologi di PT PGN Tbk, anak usaha Subholding Gas PT Pertamina (Persero).

Berikut susunan terbaru jajaran direksi Pelindo:

-Direktur Utama: Achmad Muchtasyar
-Wakil -Direktur Utama: Drajat Sulistyo
-Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Dwi Fatan Lilyana
-Direktur Manajemen Risiko: Boy Robyanto
-Direktur Keuangan: Bachtiar Soeria Atmadja
-Direktur Teknik: M Suriawan Wakan
-Direktur Komersial: Farid Padang
-Direktur Pengembangan: Prasetyo
-Direktur Operasi: Prasetyadi
-Direktur Kelembagaan: Hendri Ginting

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *