LOGISTIKNEWS.ID– Pelaku usaha eksportir nasional berharap Komposisi Direksi baru PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) saat ini dapat memberikan kontribusi terbaiknya dalam menjamin kelancaran arus barang dan logistik dari dan ke pelabuhan, termasuk kelancaran ekspor.
Eksportir juga mengingatkan, agar tidak terjadi lagi kemacetan parah yang menyebabkan stagnasi di pelabuhan Tanjung Priok seperti yang terjadi pasca Lebaran 2025 lalu, yang imbasnya juga merugikan kegiatan Ekspor.
“Selain tetap menjalin harmonisasi dengan stakeholders dalam mengurai persoalan-persoalan yang menjadi hambatan layanan di Pelabuhan, Jajaran Direksi Pelindo yang baru juga agar melakukan konsolidasi internal guna menguatkan soliditas dan komitmennya bahwa layanan jasa kepelabuhanan menjadi salah satu barometer tumbuhnya ekspor dalam menggerakkan perekonomian nasional,” ujar Ketum Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) DKI Jakarta yang juga Kordinator Jawa & Bali, Irwandy MA Rajabasa, pada Selasa (24/2/2026).
Dia menegaskan, ditengah dinamika persaingan dan kompleksitas layanan logistik nasional maupun global saat ini, manajemen pelabuhan mesti berorientasi dan memiliki lompatan terukur pada pengembangan fasilitas maupun penambahan kapasitas pelabuhan yang dikelolanya yang dapat menghandle ekspor impor, termasuk di pelabuhan Tanjung Priok.
“Yang perlu dipersiapkan saat ini (urgent) yakni bagaimana mitigasi pelabuhan Priok menyusul adanya pembatasan angkutan barang selama Lebaran ini. Jangan sampai ada stagnasi pasca Lebaran seperti tahun lalu. Pelabuhan harus cepat koordinasi dengan Dirjen Darat Kemenhub dan Instansi terkait lainnya terkait libur Lebaran. Meskipun kami (GPEI) juga sudah pernah mengusulkan agar pembatasan operasional truk cukup di H-3 dan H+3 Lebaran saja,” ucap Irwandy.
Sebagaimana diketahui, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah melakukan perubahan susunan pengurus. Mengutip website resminya, Achmad Muchtasyar diangkat sebagai Direktur Utama.
Dalam menjalankan tugasnya, dia dibantu oleh Drajat Sulistyo yang mengisi jabatan Wakil Direktur Utama.
Kemudian, posisi Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum dijabat Dwi Fatan Lilyana; Direktur Manajemen Risiko, Boy Robyanto ; Direktur Keuangan, Bachtiar Soeria Atmadja; Direktur Teknik, M Suriawan Wakan; Direktur Komersial; Farid Padang; Direktur Pengembangan, Prasetyo; Direktur Operasi, Prasetyadi; dan Direktur Kelembagaan, Hendri Ginting.
Ketua GPEI DKI Jakarta itu juga berharap jajaran Direksi Pelindo yang baru dapat terus mendukung percepatan layanan ekspor di pelabuhan dengan melakukan modernisasi peralatan maupun infrastruktur pelabuhan ekspor impor yang dikelola operasikan Pelindo.
Apalagi, menurutnya, sebagian besar komposisi Direksi Pelindo terbaru itu, juga diisi orang-orang lama yang sebelumnya juga berkiprah di BUMN Kepelabuhanan itu, sehingga konsolidasinya dirasakan tidak sulit.
“Sebab, aktivitas eksportir itu tidak pernah ada hari libur. Perusahaan Ekspor nasional harus penuhi komitmennya dengan mitranya di luar negeri,” jelasnya.
Dinamika Ekspor di 2026
Irwandy juga mengungkapkan, pergerakan ekspor pada tahun 2026 ini cenderung masih akan dinamis dibandingkan dengan tahun 2025.
Jika mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), imbuh Irwandy, nilai ekspor Indonesia selama periode Januari–Desember 2025 mencapai US$282,91 miliar atau naik 6,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Sejalan dengan total ekspor itu, nilai ekspor nonmigas juga alami kenaikan 7,66 persen menjadi US$269,84 miliar.
Sementara pada Desember 2025 saja, ekspor mencapai US$26,35 miliar, atau naik 11,64 persen dibanding Desember 2024. Demikian juga dengan ekspor nonmigas Desember 2025 yang naik 13,72 persen menjadi US$25,09 miliar.
Berdasarkan data BPS itu, Neraca perdagangan Indonesia Januari–Desember 2025 mengalami surplus US$41,05 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$60,75 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$19,70 miliar.
“Jadi kita tetap optimistis agar ekspor tahun 2026 ini bisa lebih dinamis atau bahkan tumbuh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Oleh karenanya, infrastruktur logistik dan layanan pelabuhannya harus lebih mendukung,” tegas Irwandy.[am]













