LOGISTIKNEWS.ID- Pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan selama masa arus mudik dan balik angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 H/Lebaran 2026, yang mengatur pembatasan operasional Angkutan Barang Mulai 13-29 Maret 2026.
Dengan adanya SKB tersebut, stakholders di Pelabuhan Tanjung Priok perlu mempersiapkan operasionalnya menyesuaikan dengan beleid tersebut.
Namun berdasarkan pantauan Logistiknews.id, pada pagi hingga siang hari ini (Jumat, 13 Maret 2026) di akses kawasan pelabuhan Tanjung Priok, lalu lintas masih terlihat ramai lancar.
Bahkan sejumlah truk pengangkut kontainer nampak ramai berjejer mengantre untuk masuk ke common area New Priok Container Terminal One (NPCT-1), maupun yang ingin berputar di depan Jakarta International Container Terminal (JICT). Namun tidak ada kemacetan, semua masih terlihat lancar.
Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, pada Jumat pagi (13/3/2026) bahwa rata-rata tingkat isian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) di sejumlah terminal Pelabuhan Tanjung Priok dikisaran 27% hingga 60%.
Data tersebut menunjukkan, rerata YOR di JICT tercatat 58%, Terminal Peti Kemas (TPK) Koja 57% bok, IPC TPK Internasional (OJA) 27%, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 27%.
Sedangkan di IPC TPK Domestik (MSA) 54%, IPC TPK Domestik (Temas) 59%, IPC TPK Domestik (009) 53%, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 59%, IPC TPK Domestik (DHU) 60%.
Kemudian, New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 51%,Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL) 50%, dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 58%.
Receiving & Dellivery
Untuk menghalau potensi kepadatan di pelabuhan Tanjung Priok, stakeholders di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu juga telah menyepakati parameter harian receiving dan dellivery (R/D).
Yakni, untuk di Jakarta International Container Terminal (JICT) adalah sebanyak 4.500 bok/hari, Terminal Petikemas (TPK) Koja 2.000 bok, IPC TPK Internasional (OJA) dan IPC TPK Internasional (TSJ) 1.500 bok.

Adapun parameter R/D harian di IPC TPK Domestik (MSA) dan IPC TPK Domestik (Temas) 2.000 bok, IPC TPK Domestik (009) sebanyak 800 bok, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 1.500 bok, dan IPC TPK Domestik (DHU) 1.500 bok.
Selain itu, parameter R/D harian di New Priok Container Terminal-One (NPCT-1) sebanyak 2.800 bok, Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL/NPH) 1.200 bok, PT Pelabuhan Tanjung Priok/PTP Multipurpose 350 bok dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 750 bok.
Sedangkan di Terminal Khusus Mobil atau Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) parameter harian R/D-nya sebanyak 1.500 unit.
Adapun pemberlakuan pembatasan operasional angkutan barang saat masa angkutan Lebaran 2026 atau Hari Raya Idul Fitri 1447 H itu dilakukan pada 13-29 Maret 2026 demi kelancaran arus mudik dan balik saat Lebaran.
Pembatasan operasional angkutan barang pada masa angkutan Lebaran diberlakukan secara kontinyu mulai tanggal 13 Maret 2026 pukul 12.00 waktu setempat hingga tanggal 29 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat, dan berlaku baik di jalan tol maupun arteri.[am]













