LOGISTIKNEWS.ID- Pelaku usaha mengapresiasi manajemen terminal peti kemas (TPK) Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar) yang selama ini telah bekerja keras dalam mewujudkan pelayanan yang lancar untuk mendukung arus barang dan logistik.
Tokoh kepelabuhanan di Pontianak Kalbar, Hamdan Godang mengatakan selama ini, pelayanan di terminal petikemas Pontianak tidak ada masalah. Bahkan, dirinya tidak pernah mendengar ada isu mengenai layanan di TPK Pontianak.
“Layanan di TPK Pontianak baik-baik saja dan kini semakin bagus, bongkar muat-pun lancar-lancar saja,” ungkap Godang yang kini aktif mengurusi kegiatan kapal-kapal Tanto Intim Line di pelabuhan Pontianak.
Kendati begitu, dia mengusulkan supaya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dapat merekondisi salah satu alat bongkar muat atau container crane yakni CC-01, karena sudah tidak produktif.
Sebab, imbuhnya, jika ada dua kapal sekaligus berkegiatan di TPK Pontianak, idealnya aktivitas bongkar muat memerlukan tiga unit container crane supaya lebih efisien dan produktivitas makin cepat.
Manager Area IPC TPK Pontianak, Mochammad Loetfie mengatakan, berdasarkan rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP), Terminal Petikemas Pontianak ditargetkan dapat menghandle 275.251 twenty foot equivalent units (TEUs) pada tahun 2025 atau tumbuh 7% dari pencapaian tahun 2024 sebanyak 263.391 TEUs. Adapun targetnya pada 2024 lalu sesuai RKAP yang ditetapkan 262.317 TEUs.
“Tahun 2025 ini, targetnya 275.251 TEUs dengan komposisi petikemas domestik 92% dan internasionalnya 8%. Dan kami sangat optimistis bisa mencapai target tersebut,” ucap Loetfie, di Pontianak pada Kamis malam (1/5/2025).
Dia mengungkapkan, selama periode triwulan pertama 2025 saja, TPK Pontianak sudah melayani 64.309 TEUs atau telah melampaui target RKAP yang tercatat 63.361 TEUs.
Service Baru
Loetfi mengemukakan, TPK Pontianak juga siap menerima service baru untuk pelayanan petikemas dari kapal tongkang LL Massie dengan rute Singapure-Pontianak-Panjang yang dimiliki PT Pelayaran Sukses Sindo Damai (PSSD) dengan jadwal seminggu sekali (weekly call).
Dengan adanya service baru tersebut pihaknya semakin optimistis target pertumbuhan layanan peti kemas melalui IPC TPK Pontianak pada tahun ini bisa tercapai atau bahkan terlampaui.
“Kapal Tongkang LL Massie itu akan mulai masuk TPK Pontianak pada.pekan ini dengan rencana bongkar muat petikemas 300 twenty foot equivalent units (TEUs),” ujar Loutfie.
Sedangkan dari sisi sistem digitalisasi layanan di terminal, TPK Pontianak telah menerapkan Terminal Operating Sistem atau TOS Nusantara sejak September 2023.
TOS Nusantara merupakan sistem operasi terminal peti kemas berstandar internasional (World Class) yang secara bertahap akan diimplementasikan di seluruh terminal yang dikelola oleh Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).
Adapun komoditas dominan muatan petikemas ekspor melalui TPK Pontianak yakni Kelapa (asal Mempawah hingga Sambas) dan alumina (bahan baku untuk alumunium).
“Intinya kami makin optimistis throughput petikemas melalui IPC TPK Pontianak pada tahun ini bisa tumbuh 7% tahun ini dengan cara kerja keras mengoptimalkan fasilitas dan peralatan yang ada saat ini,” ucap Loetfie. [am]













