LOGISTIKNEWS.ID- Sehubungan dengan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada tanggal 6 Juni 2025, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Petikemas (TPK) Koja melakukan penyesuaian jam kerja pelayanan dan operasional di terminal petikemas itu.
Di JICT, pelayanan transaksi online dan customer service akan ditutup sementara pada Kamis 5 Juni 2025 mulai pukul 17.00 Wib. Sedangkan pelayanan gate in akan ditutup sementara pada Kamis 5 Juni pukul 21.00 Wib, gate out ditutup sementara pukul 23.00 Wib dan operasional pukul 23.00 Wib.
Semua pelayanan dan operasional di JICT itu akan kembali dibuka pada Jumat 6 Juni 2025 pukul 15.30 Wib.
Penyesuaian jam layanan dan operasional di JICT pada saat Hari Raya Idul Adha 1446H/Tahun 2025 itu dituangkan melalui Surat Edaran JICT No:HM 608/1/16/JICT-2025 yang ditandatangani Wakil Dirut JICT Budi Cahyono, dan telah disampaikan ke para pengguna jasa, termasuk asosiasi terkait di pelabuhan Tanjung Priok.
Begitupun di TPK Koja, pelayanan transaksi online dan customer service, juga akan ditutup sementara pada Kamis 5 Juni 2025 mulai pukul 17.00 Wib. Sedangkan pelayanan gate in akan ditutup sementara pada Kamis 5 Juni pukul 21.00 wib, gate out pukul 23.00 Wib dan operasional pukul 23.00 Wib.
Semua pelayanan dan operasional TPK Koja itu akan kembali dibuka pada Jumat 6 Juni 2025 pukul 15.30 Wib, sebagaimana disampaikan lewat SE TPK Koja NoPS.02/3/6/4/MRKT/DKOM/Koja-2025 yang ditujukan kepada para pengguna jasa di terminal petikemas tersebut.
Tingkat YOR
Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, per Rabu 4 Juni 2025 hingga pukul 08.00 Wib, tercatat tingkat keterisian lapangan penumpukan petikemas atau yard occupancy ratio (YOR) di JICT rata-rata (overall) 50%, dan TPK Koja 37%.
Sedangkan di IPC TPK Internasional (OJA) rata-rata YOR-nya 57%, dan IPC TPK Internasional (TSJ) mencapai 57%.
Adapun YOR di IPC TPK Domestik (MSA) rerata 47%, IPC TPK Domestik (Temas) 48%, IPC TPK Domestik (009) mencapai 36%, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 32%, dan IPC TPK Domestik (DHU) 56%.
Kemudian, di Terminal Mustika Alam Lestari (MAL/NPH) 56%, Indonesia Kendaraan Terminal/IKT mencapai 30%, Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Multipurpose) 59% dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 54%.
Sedangkan NPCT-1 belum update per Rabu pagi ini. Namun berdasarkan data Selasa siang (3/6/2025) bahwa YOR di New Priok Container Terminal One (NPCT-1) rerata 49%.
Kontainer Longstay
Berdasarkan data per Rabu pagi (4/6/2025), juga tercatat masih ada sebanyak 8.915 bok kontainer longstay di Pelabuhan Tanjung Priok.
Kontainer longstay itu tersebar di JICT 4.265 bok, TPK Koja 112 bok, IPC TPK Internasional (OJA) 330 bok, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 623 bok.
Kemudian, IPC TPK Domestik (MSA) 84 bok, IPC TPK Domestik (Temas) 7 bok, IPC TPK Domestik (009) 187 bok, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 732 bok, dan IPC TPK Domestik (DHU) 784 bok.
Selain itu, di NPCT-1 sebanyak 975 bok, Terminal MAL/NPH 332 bok dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 484 bok.
Adapun jumlah kontainer di lapangan penumpukan JICT saat ini mencapai 21.211 bok, TPK Koja 5.291 bok, IPC TPK Internasional (OJA) 2.100 bok, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 1.718 bok.
Kemudian, di IPC TPK Domestik (MSA) 3.077 bok, IPC TPK Domestik (Temas) 2.697 bok, IPC TPK Domestik (009) mencapai 1.339 bok, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 1.994 bok, dan IPC TPK Domestik (DHU) 3.600 bok.
Sedangkan di NPCT-1 sebanyak 8.736 bok, Terminal MAL/NPH 2.700 bok, PTP Multipurpose 312 bok, dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 1.679 bok.[am]












