LOGISTIKNEWS.ID- Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) rata-rata tingkat keterisian lapangan penumpukaan atau yard occupancy ratio (YOR) di sejumlah terminal peti kemas di kawasan pabean pelabuhan Tanjung Priok, masih relatif terkendali.
Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, pada Selasa 23 Desember 2025, hingga pukul 08.00 Wib, bahwa rerata YOR di Jakarta International Container Terminal (JICT) tercatat 57%, Terminal Peti Kemas (TPK) Koja 48%, IPC TPK Internasional (OJA) 47%, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 47%.
Kemudian, IPC TPK Domestik (MSA) 48%, IPC TPK Domestik (Temas) 70%, IPC TPK Domestik (009) 47%, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 59%, IPC TPK Domestik (DHU) 46%.
Selain itu, New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 54%, Terminal Mustika Alam Lestari (TMAL) 41%, Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) 65%, PT Pelabuuan Tanjung Priok 22% dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 58%.
Sebagaimana diketahui bahwa selama periode Nataru, Pemerintah telah menerbitkan regulasi berupa pengaturan operasional angkutan barang.
Jadwal dan ketentuannya, diatur dalam surat keputusan bersama (SKB) yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Jenderal Bina Marga, dan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia.[am]













