LOGISTIKNEWS.ID– Direktur KPLP, Capt. Hendri Ginting. membuka kegiatan Mentoring Port State Control Officer (PSCO) Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan pada 2–6 Februari 2026 di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
Dia mengatakan, kualitas pemeriksaan kapal tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada kemampuan professional judgment, integritas, dan pengalaman lapangan para petugas.
“Melalui kegiatan mentoring ini, kami ingin memastikan generasi PSCO berikutnya memiliki kompetensi yang andal dan selaras dengan praktik terbaik internasional,” ujar Capt. Hendri Ginting.
Direktur KPLP juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, serta kepada para mentor dan fasilitator yang terlibat dalam kegiatan ini.
“Kehadiran para peserta menunjukkan komitmen untuk terus belajar dan memperkuat budaya keselamatan pelayaran di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang belajar yang terbuka, interaktif, dan relevan dengan tantangan nyata di lapangan,” ucapya.
Kegiatan mentoring ini diikuti oleh 12 orang calon Port State Control Officer (PSCO) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam meningkatkan kapasitas, profesionalisme, serta keseragaman standar pemeriksaan kapal sesuai dengan ketentuan internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala KSOP Kelas I Panjang, Hot Marojahan Hutapea menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan mentoring di wilayah kerjanya.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan siap memberikan dukungan penuh, khususnya untuk praktik inspeksi kapal berbendera asing di Pelabuhan Panjang. Semoga ke depan PSCO Indonesia semakin profesional, memiliki professional judgment yang kuat, serta berintegritas tinggi dalam membangun citra positif kinerja pengawasan pelayaran,” ujarnya.
Kegiatan PSCO Mentoring Tahun 2026 ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP), yaitu program kerja sama keselamatan maritim antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Australian Maritime Safety Authority (AMSA) yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak tahun 2008.[am]













