LOGISTIKNEWS.ID- Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta merealisasikan program peremajaan truk dengan menggandeng produsen kendaraan komersial jenis truk asal Tiongkok (China) dengan merek Dongfeng.
Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta, Dharmawan Witanto mengatakan, program tersebut merupakan upaya Aptrindo sebagai langkah strategis mempermudah para pengusaha truk khususnya di DKI Jakarta dalam meremajakan unit armadanya.
Terhadap hal itu sebelumnya, juga telah dilakukan MoU antara PT Lancarjaya Motor Indonesia (Distributor Truk Merk DONGFENG) untuk melakukan kerjasama untuk program peremajaan armada/truk pengangkut barang dan petikemas anggota Aptrindo DKI Jakarta.
“Ya saat ini sudah ada sekitar lima unit truk yang disiapkan untuk program tersebut. Rencananya secara bertahap yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan anggota Aptrindo di Jakarta,” ujar Akong sapaan akrab Dharmawan kepada Logistiknews.id pada Senin (22/6/2026).
Program tersebut direncanakan menyasar peremajaan sekitar 10 ribu unit Truk anggota Aptrindo DKI Jakarta, secara bertahap.
Terhadap program itu, kedua belah pihak juga telah melakukan Nota Kepahaman atau MoU Bersama antara Dharmawan Witanto selaku Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta dengan Frans Winandar selaku Komisaris PT Lancarjaya Motor Indonesia (LMI) dan disaksikan langsung oleh Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan, di Jakarta pada November tahun lalu.
Sebelumnya, Frans Winandar mengungkapkan, pihaknya menjamin ketersediaan suku cadang armada truk tersebut di fasilitas pergudangan yang berlokasi di kawasan pegangsaan Jakarta Utara.
“Dengan adanya kerjasama ini, kami akan memberikan yang terbaik bagi anggota Aptrindo DKI Jakarta, termasuk soal harga unit yang lebih kompetitif,” ucap Frans.
Dia mengatakan armada/truk yang disiapkan PT LMI juga telah memenuhi standar emisi Euro 5, sehingga bisa mengurangi polusi secara signifikan lantaran menggunakan teknologi mesin dan sistem kontrol emisi yang lebih canggih.
Berdasarkan data registrasi keanggotaan Aptrindo DKI Jakarta saat ini beranggotakan 628 Perusahaan dengan jumlah armada lebih dari 16 ribuan unit Truk.[am]













