LOGISTIKNEWS.ID – Manajemen IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Pemerintah Madagaskar yang didampingi oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Integrated Planning & Control Room, Tanjung Priok, Jakarta pada akhir pekan lalu.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung sistem operasional pelabuhan berbasis digital yang diimplementasikan oleh IPC TPK. Selain menjadi ajang berbagi pengetahuan terkait simplifikasi layanan logistik, pertemuan strategis ini juga ditujukan untuk mempererat hubungan bilateral serta kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Madagaskar yang telah terjalin kuat selama bertahun-tahun.
“Kunjungan ini merupakan momentum baik bagi IPC TPK untuk menunjukkan bagaimana implementasi Integrated Planning & Control Room mampu memodernisasi layanan bongkar muat secara real-time dan efisien.” ujar Yanuar Evyanto selaku Plt. Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis IPC TPK, pada Senin (3/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Madagaskar menyaksikan langsung visualisasi proses perencanaan dan pengendalian pelayanan kapal serta petikemas yang seluruhnya dikendalikan secara terpusat.
Sinergi antara modernisasi pelabuhan yang dilakukan IPC TPK dan sistem yang dibangun oleh LNSW terbukti mampu memangkas dwelling time dan meningkatkan transparansi alur barang di terminal.
Penerapan teknologi ini menarik perhatian besar dari delegasi Madagaskar, yang saat ini tengah gencar melakukan reformasi tata kelola pelabuhan dan digitalisasi perdagangan internasional di negaranya untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui fasilitasi dari LNSW Kemenkeu RI, transfer keahlian dalam pengelolaan single window dan operasional terminal petikemas ini diharapkan dapat merealisasikan potensi ekonomi di kawasan Samudra Hindia.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh jajaran Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), manajemen Pelindo Regional 2 dan manajemen IPC TPK. Pada kesempatan ini, tim operasi IPC TPK menjelaskan profil perusahaan dari Pelindo Group hingga operator terminal peti kemas yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok.
Selanjutnya, rombongan delegasi Madagaskar dan tim LNSW diajak untuk melihat fungsi-fungsi yang beroperasi di ruang Integrated Planning & Control Room mulai dari Marine Service, Multipurpose, Container Terminal, hingga Traffic & Safety Control.
“Kami berharap sistem digitalisasi yang terintegrasi dengan ekosistem LNSW ini dapat menjadi referensi berharga bagi pengembangan sistem logistik di Madagaskar, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor maritim kedua negara,” ucap Yanuar.[am]













