LOGISTIKNEWS.ID- Berdasarkan data yang dihimpun Logistiknews.id, pada Senin (23/2/2026) rata-rata tingkat isian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) di sejumlah terminal Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin pagi, 23 Februari 2026 mencapai 21% hingga 71%.
Adapun rerata YOR di Jakarta International Container Terminal (JICT) tercatat 54%, Terminal Peti Kemas (TPK) Koja 41%, IPC TPK Internasional (OJA) 49%, dan IPC TPK Internasional (TSJ) 49%.
Kemudian, IPC TPK Domestik (MSA) 60%, IPC TPK Domestik (Temas) 70%, IPC TPK Domestik (009) 48%, IPC TPK Domestik (Adipurusa) 59%, IPC TPK Domestik (DHU) 60%, New Priok Container Terminal One (NPCT-1) 60%, PT Pelabuhan Tanjung Priok (Multipurpose) 21%, dan Prima Nur Panurjwan (PNP) 57%.
Adapun jumlah kontainer yang melebihi batas waktu penumpukan atau longstay di kawasan pabean pelabuhan Tanjung Priok, per Senin pagi, 23 Februari 2026 sebanyak 7.574 bok.
Kontainer longstay tersebut berasal dari kontainer yang menimbun lebih dari 30 hari sebanyak 561 bok dan yang menumpuk lebih dari 3 hari sebanyak 7.112 bok.[am]
Dari total kontainer longstay itu, didominasi berada di JICT sebanyak 4.820 bok dengan rincian 4.470 bok yang lebih dari 3 hari menumpuk dan 350 bok yang telah lebih 30 hari menimbun di lini satu pelabuhan.[am]













