Kinerja Maersk Kian Moncer, Pendapatan Naik 55%

  • Share
Sumber: Seatrade Maritime News

LOGISTIKNEWS.ID- Tahun 2021 adalah tahun yang luar biasa bagi Maersk. Perusahaan Denmark itu melipatgandakan EBITDA menjadi $24 miliar dan menutup tahun 2021 dengan pendapatan $61,78 miliar, 55% lebih tinggi dari tahun sebelumnya (2021).

AP Moller – Maersk memperoleh laba yang sebesar $24 miliar pada tahun 2021 dan berharap hasil yang sama diperkirakan dapat diperoleh  pada tahun mendatang (2022).

Dalam laporannya yang dikeluarkan bulan lalu, perusahaan memperoleh EBITDA sebesar $24 miliar untuk tahun 2021, hampir tiga kali lipat dari $8,2 miliar EBITDA yang dilaporkan Maersk untuk tahun 2020. Pendapatan Maersk naik 55% menjadi $61,8 miliar karena gangguan rantai pasokan mendorong pengiriman kontainer tingkat rekor tertinggi tahun lalu (2021).

“Kondisi pasar yang luar biasa menghasilkan rekor pertumbuhan dan profitabilitas yang tinggi bagi AP Moller – Maersk, namun juga menyebabkan gangguan rantai pasokan dan tantangan berat bagi pelanggan kami,” kata Soren Skou, CEO AP Moller – Maersk.

Bahwa Maersk telah melakukan upaya luar biasa untuk mengurangi kemacetan dengan memperluas kapasitas di divisi Kelautannya, meningkatkan produktivitas di terminal dan meningkatkan jejak logistik global,” tegas Soren.

Perusahaan melaporkan EBIT mencapai $17,96 miliar untuk bisnis angkutan laut intinya pada tahun 2021 dibandingkan dengan $3,2 miliar pada tahun sebelumnya (2020). Margin EBIT mencapai 37,2% untuk tahun 2021 dibandingkan 11% di tahun sebelumnya (2021).

Tahun lalu, tarif angkutan peti kemas melonjak ke tingkat yang sebelumnya tak terbayangkan dan Maersk telah beralih ke tarif yang telah terkunci dalam kontrak jangka panjang. Dimana dalam kontrak jangka panjang sekarang mewakili 65% dari total volume jalur dibandingkan tahun sebelumnya (2020) yang hanya 50%.

“Sementara itu, tarif pengangkutan muatan rata-rata meningkat sebesar 66% menjadi $3.318 per forty-foot containers/feu ($2.000 per feu), terutama didorong oleh kontrak jangka panjang yang diperbarui dengan tarif yang lebih tinggi secara signifikan, serta tarif jangka pendek yang didorong oleh permintaan yang kuat dikombinasikan dengan kemacetan dan kemacetan yang mendorong kenaikan tarif,” dikutip dari laporan tahunan Maersk.

Kinerja keuangan terbaru Maersk dicapai atas dorongan dari bisnis inti perusahaan yakni pengiriman peti kemas. Pada tahun 2021, pengangkut besar mengangkut lebih dari 13 juta kontainer empat puluh kaki (FEU), mencatat peningkatan 3,6% dari tahun sebelumnya. Tarif angkutan rata-rata per kontainer yang dikirim adalah $3.318 per FEU (+65,9%).

Maersk terus menggali sebagian dari keuntungan besarnya untuk memperluas penawaran logistik dan rantai pasokannya. Akuisisi pada tahun 2021 termasuk Visible Supply Chain Management, B2C Europe, HUUB dan niat untuk mengakuisisi LF Logistics.

Strategi ini berlanjut dengan Maersk mengumumkan pembelian Pilot Freight Services senilai $1,68 miliar pada saat yang sama dengan hasil keuangan tahunannya.(Bram HW/SMN)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.