Terminal Booking System di Priok, Kapan Ya ?

  • Share
Ketua Umum DPW ALFI DKI Jakarta, Adil Karim

LOGISTIKNEWS.ID -implementasi Terminal Booking System (TBS) dinilai bisa menjadi solusi dalam mengurai kemacetan lalu lintas truk pengangkut barang dan peti kemas dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok.

Penerapan TBS telah diwacanakan pasca suksesnya penerapan single truck identity document (STID) di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Namun sayangnya hingga kini, wacana TBS masih belum terealisasi, meskipun disisi lain para pelaku usaha berharap wacana itu bisa segera diimplementasikan.

Adapun STID di Pelabuhan Tanjung Priok telah berlaku sejak 1 Januari 2022, dan hingga kini masih terus berjalan.

“Bagi Sopir sih inginya lalu lintas di Priok lancar. Apalagi kalau bisa diatur juga trailer yang masuk ke terminal. Ini bisa ngurangi kemacetan,” cerita Dodi, Sopir truk yang sempat ditemui di kantor Aptrindo pada pekan lalu.

Menurutnya, soal kemacetan di jalur distribusi pelabuhan Priok masih menjadi momok hingga saat ini.

Sebelumnya, terbesit wacana bahwa TBS di pelabuhan Tanjung Priok direncanakan bakal di implementasikan mulai akhir Maret atau awal April 2022.

Menurut Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim, asosiasinya sejak awal telah mendorong adanya TBS di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Selain bisa mengurai kemacetan arus logistik, TBS merupakan adaptasi terhadap digitalisasi layanan truk logistik dari dan ke pelabuhan atau terminal peti kemas di Priok pasca penerapan STID. Dengan TBS diharapkan keluar masuk truk ligistik bisa  terjadwal dengan pasti sehingga tidak berbarengan/ bergerombol pada saat atau waktu yang bersamaan,” ucap Adil, kepada wartawan pada Selasa (31/5/2022).

Dia mengatakan program TBS terhadap layanan truk logistik di pelabuhan Tanjung Priok itu guna mendukung program Nasional Logistic System (NLE).

Dengan TBS itu, ada sisi lain yang mesti diperbaiki terutama receiving dan delivery yang mesti sesuai service level agrement dan service level guaranted (SLA/SLG) di masing-masing terminal,” jelas Adil.

Intinya, kata Adil, dengan penerapan TBS maka pergerakan truk pengangkut barang yang keluar masuk pelabuhan Tanjung Priok sudah terprogram jadwalnya, sehingga arus logistik bisa semakin lancar.

“Kami meyakini bahwa TBS akan bisa menjadikan layanan truk logistik maupun terminal di pelabuhan lebih efektif dan efisien,” tegas Adil.

Berdasarkan catatan redaksi, TBS akan diintegrasikan melalui sistem IT  Badan Usaha Pelabuhan (BUP) atau Terminal dengan melibatkan para stakeholders antara lain; ALFI ,GINSI, GPEI dan perusahaan truk ataupun asosiasi yang mewadahinya di pelabuhan Priok.

Adapun peran Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, dalam kaitan ini yakni mengawasi bagaimana sistem itu bisa berjalan secara akuntabel dan transparan.

TBS itu juga akan terkoneksi dengan payment, receiving impor dan ekspor, booking online, truck check, receipt slip sehingga ke depannya operasional trucking akan lebih tertata dan lebih baik.

Sehingga produktivitas trucking yang memenuhi standar kelaikan operasional sesuai STID akan bertambah dengan sistem TBS sebab truk tersebut masuk pelabuhan bawa muatan dan keluar juga membawa muatan,” ujar Capt. Wisnu Handoko beberapa waktu lalu.

KaOP Tanjung Priok mengungkapkan bahwa sebelum diimplementasikan, TBS akan di ujicobakan terlebih dahulu di pelabuhan Tanjung Priok.

“Untuk itu dibutuhkan kolaborasi antara pihak Terminal maupun BUP dengan para perusahaan operator trucking,” jelas Capt Wisnu.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *