Sistem Phinnisi SPJM, Bikin Efisiensi Layanan Pandu & Tunda Kapal

  • Share
Rahmat Prayogi -Direktur SDM dan Umum Pelindo Jasa Maritim (kanan) didampingi Sekretaris Perusahaan Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar (kiri), saat Media Luncheon PT Pelindo Jasa Maritim, di Jakarta pada Sabtu (23/12/2023).Photo: Logistiknews.id/Akhmad Mabrori.

LOGISTIKNEWS.ID – PT Pelindo Jasa Maritim menegaskan kembali komitmennya dalam percepatan layanan pemanduan dan penundaan kapal untuk mendukung terwujudnya efisiensi cost logistik .

Karena itu, Pelindo Jasa Matirim berupaya melalui Sistem Phinnisi, diharapkan dapat memberikan layanan yang tepat waktu dengan biaya yang wajar.

Layanan pemanduan dan tunda kapal merupakan aktivitas sisi hulu yang vital dalam kegiatan logistik secara keseluruhan, yang selanjutnya dilakukan bongkar muat di terminal, delivery atau distribusi hingga suatu kargo yang dikapalkan bisa sampai dengan biaya yang lebih efisien ke pemilik barangnya.

“Kalau logistik secara keseluruhan, itu kan ada kegiatan pergudangan, inland transport, bongkar muat dan biaya pelayanan kapal (pandu dan tunda). Namun kami tegaskan disini bahwa biaya dari sisi laut atau pelabuhan hanya menyumbang 3% dari keseluruhan biaya logistik,” ujar Rahmat Prayogi -Direktur SDM dan Umum Pelindo Jasa Maritim didampingi Sekretaris Perusahaan Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, menjawab Logistiknews.id, saat Media Luncheon PT Pelindo Jasa Maritim, di Jakarta pada Sabtu (23/12/2023).

Perseroan, imbuhnya, juga akan terus berupaya menghilangkan biaya-biaya yang tidak perlu maupun menghilangkan ‘manipulasi’ waktu  pada layanan pemanduan dan tunda kapal.

“Terkait pada saat petugas Pandu naik ke atas kapal jangan sampai data waktunya  dimanipulasi, makanya kita pake sistem yang namanya Phinnisi. Dengan sistem ini pengguna jasa atau customer juga bisa mengaksesnya,” ujarnya.

Yoyok-panggilan akrab Rahmat Prayogi pada kesempatan itu juga bercerita mengenai capaian kinerja pasca merger Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Media Luncheon PT Pelindo Jasa Maritim.

Seperti diketahui, pasca merger, Pelindo kini memiliki empat subholding  untuk mengelola bisnis inti perusahaan. Masing-masing Sub-Holding ini juga menjadi induk bagi Anak Perusahaan eks Pelindo I-IV sesuai dengan lini bisnisnya.

Empat sub-holding Pelindo yang telah dibentuk tersebut adalah PT Pelindo Terminal Petikemas guna melakukan pengelolaan klaster bisnis petikemas, PT Pelindo Multi Terminal guna melakukan pengelolaan klaster bisnis non petikemas.

Selanjutnya, PT Pelindo Solusi Logistik guna melakukan pengelolaan klaster bisnis logistik dan pengembangan kawasan, serta PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) guna melakukan pengelolaan klaster bisnis marine, peralatan, dan jasa kepelabuhanan lainnya.

“Saat ini fokus lini Bisnis SPJM yakni Marine Equipement and Port Service (MEPS) yang meliputi antara lain; pandu dan tunda kapal, perbaikan alat bongkar muat untuk menjaga kualitas layanan bongkar muat di seluruh pelabuhan yang dikelola operasikan Pelindo. Kemudian, port service, layanan air bersih, listrik dan pasokan kebutuhan BBM kapal, hingga menjamin kedalamam alur kolam pelabuhan,” tegas Yoyok.

Dia menjelaskan bahwa untuk layanan pasokan BBM kapal hingga kini sudah digarap oleh salah satu anak usaha Pelindo, yakni PT PEL.

Disisi lain, SPJM juga terus melakukan transformasi dan penggabungan bisnis dilingkup anak usahanya yang memiliki kegiatan bisnis serupa. “Semuanya sudah on progress,” tegas Yoyok.[redaksi@logistiknews.id]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *