LOGISTIKNEWS.ID- Pemerintah terus berupaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan logistik di pelabuhan guna mencapai target biaya logistik sebesar 8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Guna mencapai hal itu, sinergi Pemerintah dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menjadi sangat penting, mengingat peran strategis Pelindo sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia dalam mendorong kinerja indikator waktu tunggu pelayanan kapal san barang di pelabuhan atau port stay dan cargo stay.
“Melalui harmonisasi data maka Ship Turn Around Time (TAT) dan Container Dwelling Time (DT) diharapkan bisa terukur dan kinerja logistik nasional bisa lebih baik,” ujar Plt. Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Ismariny dalam diskusi penguatan koordinasi data dan proses bisnis indikator Ship Turn Around Time (TAT) dan Container Dwelling Time (DT), di pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa (14/10/2025).
Diharapkan, hasil dari diskusi dan visitasi ini akan menjadi dasar dalam sinkronisasi data antar lembaga dan penyusunan kebijakan lanjutan untuk mendukung implementasi Rancangan Peraturan Presiden tentang Penguatan Logistik Nasional.
Langkah sinergi antara Pemerintah dan Pelindo ini menegaskan komitmen Indonesia dalam meningkatkan daya saing logistik global, menuju Indonesia Maju 2045.
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menyampaikan, bahwa pelabuhan merupakan salah satu bagian dari rangkaian logistik nasional yang panjang.
Dia menambahkan, Pelindo sebagai operator yang mengatur dari sisi pelabuhan, seperti pelayanan sebagai terminal operator dan proses sandar kapal.
“Namun alur psoses itu juga melibatkan Kementerian/Lembaga lain yang juga mempengaruhi kinerja logistik secara keseluruhan. Untuk itu diperlukan koordinasi dan sinergi yang efisien untuk mencapai target biaya logistik minimum,” ucap Yandri.[am]













