Arus Petikemas Terminal Teluk Lamong, Tumbuh 12,54%

  • Share
Aktivitas Terminal Teluk Lamong

LOGISTIKNEWS.ID – Aktivitas bongkar muat petikemas di tiga terminal yang dikelola PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus menunjukkan geliat positif.

Kapal-kapal yang datang membawa barang dari berbagai daerah dan negara menjadi bagian dari meningkatnya aktivitas logistik yang ditangani perusahaan sepanjang tahun ini.

Hingga akhir September 2026, TTL mencatat arus petikemas mencapai 2.299.342 TEUs, tumbuh 12,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini bukan sekadar pertambahan jumlah petikemas. Di baliknya, ada upaya mempercepat pelayanan kapal, menambah jaringan pelayaran, dan mengoptimalkan tiga terminal yang dikelola perusahaan, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian.

Pertumbuhan tersebut melanjutkan tren positif sejak awal tahun. Pada Juli 2026, TTL mencatat rekor kinerja bulanan, sementara aktivitas bongkar muat sepanjang Agustus dan September tetap memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan.

Manager Corporate Communication PT Terminal Teluk Lamong, Dahlia Permata Sari, mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan perusahaan pelayaran dan para pengguna jasa terhadap layanan TTL.

“Yang kami syukuri bukan hanya bertambahnya jumlah petikemas, tetapi juga semakin banyaknya kapal dan pelanggan yang mempercayakan kegiatan logistiknya kepada terminal kami. Bagi TTL, kepercayaan ini harus dijawab dengan pelayanan yang semakin cepat, aman, dan andal,” ujar Dahlia.

Rute Baru, Peluang Baru

Pertumbuhan petikemas internasional menjadi salah satu pendorong kinerja TTL. Sepanjang Januari hingga September 2026, dua layanan pelayaran baru, yakni CSE Service dan SCJX Service, turut memperkuat konektivitas TPK Teluk Lamong dengan jaringan perdagangan internasional.

Tidak hanya mengandalkan layanan reguler, terminal ini juga menerima 25 kunjungan kapal internasional nonreguler (ad hoc call) dengan total muatan mencapai 16.014 TEUs.

Kehadiran kapal-kapal tersebut menjadi sinyal positif. Semakin banyak pilihan layanan pelayaran, semakin terbuka pula peluang bagi pelaku usaha untuk mengirim dan menerima barang melalui Jawa Timur.

“Kami ingin TTL terus menjadi pilihan yang menarik bagi perusahaan pelayaran. Caranya bukan hanya dengan menyediakan fasilitas, tetapi juga memastikan kapal dapat dilayani dengan baik dan kegiatan bongkar muat berjalan efisien. Ketika layanan semakin baik, peluang masuknya kapal dan rute baru jugasemakin besar,” jelas Dahlia.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *