LOGISTIKNEWS.ID- Manajemen Jakarta International Container Terminal (JICT) akhirnya menonaktifkan salah satu petugas atau operator crane yang berstatus tenaga non organik (TNO) atau outsourching di terminal tersibuk di Pelabuhan Tanjung Priok itu usai terjadinya cekcok (adu mulut) dengan salah satu Sopir Truk Kontainer di JICT pada Jumat Sore (14/2/2025).
Kejadian cekcok yang videonya sempat viral dan beredar di media sosial pada Jumat Sore (14/2/2025) itu bermula ketika Sopir Truk mempertanyakan kepada petugas/operator crane yang nota bene berstatus TNO di JICT itu lantaran sudah berjam-jam tidak mendapatkan pelayanan. Namun, pertanyaan itu justru menyulut emosional petugas TNO JICT hingga melontarkan kalimat yang kurang pantas terhadap Sopir truk.
Kejadian tersebut diduga direkam langsung oleh Sopir Truk tersebut dan kemudian tersebar luas di media sosial.
“Kami (Manajemen JICT) langsung menindaklanjuti setelah ada informasi tersebut. Dan langsung menonaktifkan petugas crane bertatus TNO di JICT itu,” ungkap Manajemen JICT yang menghandle permasalahan ini melalui keterangan resminya yang diterima Logistiknews.id, pada Sabtu (15/2/2025).
Sementara itu, Ketua Caretaker DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, Dharmawan Witanto mengapresiasi pihak manajemen JICT yang merespon cepat atas kejadian tersebut.

“Kedepan, seharusnya kejadian seperti itu tidak perlu terjadi lagi lantaran aktivitas dilapangan itu kan dinamis. Makanya, semua pihak mesti saling menjaga diri apalagi pelabuhan dan trucking maupun Sopir Truk itu kan sebagai mitra kerja. Kita seharusnya menjalankan tugas sebaik-baiknya. Pelayanan di pelabuhan atau terminal petikemaa juga mesti terus ditingkatkan sehingga tidak ada truk mengantre untuk dilayani,” ujar Darmawan yang akrab dipanggil Akong, kepada Logistiknews.[am]













