LOGISTIKNEWS.ID- Fasilitas lapangan penumpukan/container yard petikemas berpendingin (reefer) eks Depo Unggul di Tanjung Perak Surabaya yang kini dikelola operasikan oleh PT Multi Terminal Indonesia (MTI) semakin produktif dan mampu menghandle rata-rata 2.000 boks peti kemas reefer perbulan.
Selain melayani reefer petikemas, lapangan yang hanya diperuntukkan bagi penumpukan petikemas isi (full) berstatus non Tempat Penimbunan Sementara (TPS) itu juga melayani peti kemas umum (full) yang berperan sebagai supporting layanan penumpukan petikemas domestik dari dan ke Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI), Tanjung Perak Surabaya-Jawa Timur.
Fuad Firdaus, General Manager Logistik Regional 2 MTI yang membawahi Surabaya, Semarang, Pontianak, Makassar, Banjarmasin dan Ambon, mengatakan, dengan luas sekitar 1 Ha di fasilitas lapangan peti kemas reefer eks Unggul itu, sekarang ini tersedia 334 plugging/reefer conector petikemas yang berfungsi sebagai konduktor atau alat penghantar listrik ke petikemas reefer.
Alat plugging itu berguna untuk mengalirkan aliran listrik supaya suhu didalam petikemas tersebut tetap terjaga.
“Adapun tiap bok petikemas yang masuk disini waktu plugging-nya rerata 1 sampe 2 shift kerja,” ujar Fuad yang didampingi Hendro Setyawan, Suvervisi Logistik Regional 2 Surabaya PT MTI, saat ditemui Logistiknews.id di Surabaya, pada Jumat (7/3/2025).
Fuad menjelaskan, hingga kini sudah terdapat lima perusahaan pelayaran domestik yang memanfaatkan fasilitas lapangan penumpukan reefer MTI tersebut, yakni Meratus Line, Tanto Intim Line, Salam Pacific Indonesia Line (SPIL), SRIL Line, dan ICON Line.
Manajemen Pengelola Container Yard Reefer MTI (eks depo Unggu) di Surabaya (photo atas). Satu unit alat bongkar muat reach stacker yang dioperasikan MTI di fasilitas Container Yard Reefer tersebut (photo bawah)-dok:Logistiknews.id/Akhmad Mabrori.
Adapun komoditi petikemas reefer tersebut umumnya adalah consumer good antara lain; buah-buahan, roti, susu,, ayam beku, ikan, sosis (frozen) dan es krim.
“Saat ini telah tersedia satu unit alat bongkar muat jenis reach stacker untuk menunjang aktivitas di lapangan penumpukan reefer tersebut,” ujar Fuad.
PT Multi Terminal Indonesia (MTI) Anak Perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) yang merupakan bagian dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Group.[am]













