TPK Pontianak Tambah Service Baru, Ini Harapan Pelaku Logistik Kalbar

  • Share
Ilustrasi Tongkang LL Massie.

LOGISTIKNEWS.ID- Terminal Petikemas Pontianak di Kalimantan Barat (Kalbar), siap menerima service baru untuk pelayanan petikemas dari kapal tongkang LL Massie dengan rute Singapure-Pontianak-Panjang yang dimiliki PT Pelayaran Sukses Sindo Damai (PSSD) dengan jadwal seminggu sekali (weekly call).

Manager Area IPC TPK Pontianak, Mochammad Loetfie mengatakan, dengan adanya service baru tersebut pihaknya semakin optimistis target pertumbuhan layanan peti kemas melalui IPC TPK Pontianak pada tahun ini bisa tercapai atau bahkan terlampaui.

“Kapal Tongkang LL Massie itu akan mulai masuk TPK Pontianak pada pekan ini dengan rencana bongkar muat petikemas 300 twenty foot equivalent units (TEUs),” ujar Loutfie, saat ditemui di Pontianak pada Kamis (1/5/2025).

Berdasarkan rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP), Terminal Petikemas Pontianak ditargetkan dapat menghandle 275.251 TEUs pada tahun 2025 atau tumbuh 7% dari pencapaian tahun 2024 sebanyak 263.391 TEUs. Adapun targetnya pada 2024 lalu sesuai RKAP  yang ditetapkan 262.317 TEUs.

“Tahun 2025 ini, targetnya 275.251 TEUs dengan komposisi petikemas domestik 92% dan internasionalnya 8%. Dan kami sangat optimistis bisa mencapai target tersebut,” ucap Loetfie.

Dia mengungkapkan, selama periode triwulan pertama 2025 saja, TPK Pontianak sudah melayani 64.309 TEUs atau telah melampaui target RKAP yang tercatat 63.361 TEUs.

Manager Area IPC TPK Pontianak, Mochammad Loetfie (photo:dok Logistiknews.id/Akhmad Mabrori)

Sedangkan dari sisi sistem digitalisasi layanan di terminal, TPK Pontianak telah menerapkan Terminal Operating Sistem atau TOS Nusantara sejak September 2023.

TOS Nusantara merupakan sistem operasi terminal peti kemas berstandar internasional (world class) yang secara bertahap akan diimplementasikan di seluruh terminal yang dikelola oleh Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).

Loetfi mengatakan, komiditas dominan muatan petikemas ekspor melalui TPK Pontianak yakni Kelapa (asal Mempawah hingga Sambas) dan alumina (bahan baku untuk alumunium)

“Intinya kami makin optimistis throughput petikemas melalui IPC TPK Pontianak pada tahun ini bisa tumbuh 7% tahun ini dengan cara kerja keras mengoptimalkan fasilitas dan peralatan yang ada saat ini,” tegas Loetfie.

Secara terpisah, pelaku usaha truk logistik di Pontianak Kalbar mengatakan, jika ada peningkatan aktivitas layanan petikemas dipelabuhan juga bakal berimbas pada pertumbuhan aktivitas receiving dan delivery (R/D) oleh trucking.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kalbar, Imam Darmawan Vidya.

“Namun sayangnya, trucking tidak bisa mensupport kegiatan R/D tersebut secara nonstop atau 24/7 lantaran adanya peraturan pemerintah provinsi yang membatasi jam operasional trucking untuk pengangkutan petikemas ukuran 40 feet hanya bisa dilakukan pada malam hari saja. Sedangkan untuk ukuran 20 feet dibolehkan pada siang hari namun hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu saja,” ujar Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kalbar, Imam Darmawan Vidya, kepada Logistiknews.id, pada Kamis malam (1/5/2025).

Untuk itu, pelaku usaha truk logistik berharap agar Pemprov Kalimantan Barat dapat terus melakukan jalan baru guna menghubungkan antara pelabuhan dengan kawasan industri atau pusat-pusat kegiatan logistik di Kalbar.

“Sebab jalan yang eksisting saat ini kami rasakan sudah tidak memadai untuk mendukung kelancaran aktivitas truk logistik apalagi pelabuhan Pontianak berada dipusat kota,” ucap Imam.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *