KSOP dan Pelindo, Rangkul Stakeholders Agar Pelabuhan Panjang Kondusif

  • Share
Kolaborasi Stakeholders/Insan Maritim di Pelabuhan Panjang.

LOGISTIKNEWS.ID- Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Panjang dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Panjang memperkuat sinergi dan siap berkolaborasi dengan semua stakholders di Pelabuhan Panjang Lampung, untuk menjaga kondusifitas iklim usaha di pelabuhan.

“Langkah ini sebagai bentuk nyata dan berkelanjutan serta komitmen bersama insan maritim Pelabuhan Panjang dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengguna jasa dalam melakukan aktivitas kepelabuhanan,” ujar Kepala KSOP Kelas 1 Panjang Hot Marojahan Hutapea, melalui keterangan tertulisnya yang diterima Logistiknews.id, pada Kamis malam (17/7/2025).

Bahkan pada Rabu kemarin, KSOP Panjang bersama Manajemen Pelindo Panjang juga telah menggelar acara bertajuk Ngopi Sore Stakeholder Maritim Lampung yang dihadiri oleh Kepala KSOP Kelas 1 Panjang Hot Marojahan Hutapea, Pimpinan Bea Cukai Bandar Lampung Arif, Kepala Balai Karantina Lampung Donny M, perwakilan Imigrasi, perwakilan Kantor Kesehatan Pelabuhan, DANLANAL, perwakilan KSKP Pelabuhan.

Adapun dari unsur pelaku usaha, hadir antara lain Ketua ALFI/ILFA Lampung Senoharto, Ketua APBMI Lampung Gaganden, Ketua GINSI Lampung & Ketua GPEI Lampung Yusuf Kohar, Ketua INSA Lampung Yusirwan, perwakilan Indonesia Shipping Agency Association (ISAA) Panjang, dan Ketua Organda Pelabuhan Panjang Lamsihar Sinaga.

Pertemuan tersebut dalam rangka menindaklanjuti rapat koordinasi bersama Asosiasi Maritim pada tanggal 10 Juli 2025 di KSOP Kelas 1 Panjang terkait peningkatan kegiatan layanan operasional dan keselamatan lalu lintas angkutan barang di Pelabuhan serta kegiatan wilayah luar Pelabuhan Panjang.

Kepala KSOP Kelas 1 Panjang mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi bersama yang dilakukan secara rutin oleh pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama melakukan pembenahan, peningkatan keamanan dan keselamatan kegiatan logistik.

Asosiasi Pelaku Usaha di Pelabuhan Panjang, Turut Hadir pada Pertemuan tersebut.

Pada kesempatan itu juga mendengarkan saran dan masukan dari semua pihak terkait sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik dan meminimalisir hal-hal yang akan menghambat pengguna jasa Pelabuhan Panjang.

“Dalam rangka peningkatan keamanan dan keselamatan Angkutan Barang Truck Pelabuhan, kami akan koordinasikan bersama dengan Dinas Perhubungan dan aparat berwenang terkait yang memiliki otoritas penertiban dan keselamatan Angkutan Truck Barang yang direncanakan pembahasan dan rapat koordinasi dilakukan pekan depan,” ujar Hot Marojahan Hutapea.

Kelancaran Logistik

KSOP Panjang menegaskan bahwa instansinya bersama Unsur Maritim Lampung terus berupaya mewujudkan Pelabuhan Panjang yang aman, efisien, dan terpercaya, serta mendukung kelancaran arus barang untuk pertumbuhan ekonomi Lampung dan nasional.

General Manager Pelindo Regional 2 Panjang Imam Rahmiyadi juga menyambut baik langkah yang diinisiasi oleh asosiasi maritim bersama KSOP Kelas 1 Panjang ini sebagai bentuk pencegahan dan pembenahan secara berkelanjutan peningkatan layanan kepada pengguna jasa Pelabuhan Panjang Lampung.

“Sebagai operator kami selalu berupaya maksimal didalam memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa dalam berkegiatan dengan standarisasi IMO dan Ketentuan Perundang undangan serta digitalisasi dalam melakukan pelayanan. Kami selalu siap untuk berkoordinasi dan berkomitmen bersama seluruh stakeholder dalam memberikan  pelayanan terbaik bagi pengguna jasa Pelabuhan Panjang,” ujar Imam Rahmiyadi.

Respon Pelaku Usaha

Ketua GPEI & GINSI Lampung Yusuf Kohar juga menyatakan bahwa sebagai Pelabuhan Internasional yang dimiliki Provinsi Lampung, Pelabuhan Panjang diharapkan kedepannya menjadi Hub Regional Sumbagsel dalam melayani kegiatan bongkar muat barang baik domestik maupun internasional.

Hal ini, imbuhnya lantaran fasilitas dan potensi geografis yang dimiliki Pelabuhan Panjang sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, dan tentunya jika ada hal yang sifatnya negatif sangat disayangkan dan merugikan banyak pihak.

“Oleh karena itu kami mengajak seluruh pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama kita menjaga Pelabuhan Panjang,” ucap Yusuf Kohar.

Sedangkan Ketua DPW ALFI/ILFA Lampung Senoharto menegaskan bahwa secara umum aktivitas di Pelabuhan Panjang berjalan normal, lancar, dan kondusif.

Namun secara berkelanjutan perlu peningkatan keamanan dan keselamatan angkutan barang dari dan ke luar wilayah pelabuhan secara bersama sama stakeholder maritim panjang.

Sebagai bentuk komitmen bersama, saat ini juga telah dibentuk wadah Port Community Lampung (PCL) yang di inisiasi oleh Kepala KSOP Kelas 1 Panjang dan GM Pelindo Regional 2 Panjang.

Harapannya, wadah itu menjadi sebuah forum sinergi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan – mulai dari otoritas pelabuhan, Pelindo, Bea Cukai, Badan Karantina, Kesehatan, Imigrasi,  asosiasi maritim (ALFI, INSA, APBMI, GPEI, GINSI, ORGANDA dan ISAA), hingga aparat penegak hukum seperti KSKP dan LANAL.

Forum ini dinilai berperan strategis untuk memperkuat koordinasi, transparansi, dan pengawasan untuk menjadikan pelabuhan Panjang menjadi semakin baik dan maju, dimana diharapkan Pelabuhan Panjang dapat menjadi Hub Regional Sumbagsel.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *