Hadapi Nataru, Priok Agar Siapkan Antisipasi Kepadatan Truk

  • Share
Dharmawan Witanto

LOGISTIKNEWS.ID- Pelaku usaha truk logistik di pelabuhan Tanjung Priok mengingatkan supaya manajemen Pelindo menyiapkan langkah strategis guna antisipasi dini menghadapi potensi kepadatan arus barang dan logistik selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

“Jangan sampai terjadi lagi kemacetan ‘horor’ seperti yang pernah terjadi pasca Libur Lebaran/Idul Fitri beberapa waktu lalu,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, Dharmawan Witanto kepada Logistiknews.id, pada Minggu (14/12/2025).

Sebagai pelaku usaha logistik, dirinya merasa perlu mengingatkan hal tersebut lantaran aktivitas ekspor impor menjelang ataupun saat Nataru tidak boleh terhambat.

Disisi lain, imbuhnya, Pemerintah telah menerbitkan regulasi terkait pengaturan jam operasional angkutan barang dan logistik selama Nataru tersebut.

“Kita mesti belajar dari kejadian macet ‘horor’ di Priok beberapa waktu lalu, makanya semua stakeholders perlu melakukan antisipasinya, begitu juga dengan operator pelabuhan Tanjung Priok perlu menyosialisasikan program antisipasinya kepada stakeholders dalam mendukung kelancaran arus barang dan logistik selama Nataru. Harapannya supaya tidak ada hambatan di lapangan,” ucap Akong panggilan akrab Dharmawan.

Dia mengungkapkan sejak awal pekan ini saja pergerakan truk dari dan ke Pelabuhan Priok alami kenaikan cukup siginifikan.

“Kerjaan (order) angkutan lagi ramai sekarang, mungkin ngejar libur Nataru,” ungkap Akong.

Sebagaimana diketahui bahwa selama periode Nataru, Pemerintah telah menerbitkan regulasi berupa pengaturan operasional angkutan barang. Jadwal dan ketentuannya diatur dalam surat keputusan bersama (SKB) yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Jenderal Bina Marga, dan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor Indonesia pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai US$234,04 miliar atau naik 6,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

Seiring dengan total ekspor itu, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$223,12 miliar juga naik 8,42 persen. Sementara pada Oktober 2025, ekspor mencapai US$24,24 miliar, turun 2,31 persen dibanding Oktober 2024. Adapun ekspor nonmigas Oktober 2025 mencapai US$23,34 miliar, turun 0,51 persen dibanding Oktober 2024.

Sedangkan impor Indonesia pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai US$198,16 miliar atau naik 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas juga naik 4,95 persen menjadi US$171,61 miliar. Sementara pada Oktober 2025, impor mencapai US$21,84 miliar, turun 1,15 persen dibandingkan Oktober 2024. Sebaliknya impor nonmigas naik 3,26 persen menjadi US$19,03 miliar.

BPS juga mencatat bahwa, neraca perdagangan Indonesia Januari–Oktober 2025 mengalami surplus US$35,88 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$51,51 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$15,63 miliar.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *