15 BUMN Logistik Bakal di Lebur, Swasta Respon Positif dan Siap Kolaborasi

  • Share
Ilustrasi, Aktivitas Layanan Logistik (photo: Akhmad Mabrori/Logistiknews.id)

LOGISTIKNEWS.ID- Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria mengungkapkan tengah mempercepat konsolidasi 15 BUMN sektor logistik untuk menjadi satu badan usaha, yang ditargetkan rampung dalam satu bulan ke depan.

Proses konsolidasi ini merupakan bagian dari transformasi bisnis BUMN yang diharapkan mampu memperkuat daya saing BUMN, sekaligus membuat manfaat BUMN logistik semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

Menanggapi hal itu, pelaku usaha logistik swasta nasional merespon positif. Bahkan menurut Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) M. Nuh Nasution, mengatakan hal tersebut merupakans ide dan terobosan yang menarik.

“Kendati begitu, hasil penggabungan BUMN sektor logistik itu nantinya harus di isi orang-orang (SDM) yang profesiondandi level manajeriaalnya dan fokus pada pengembangan komoditi strategis dan segmented,” ujar Nuh, kepada Logistiknews.id, pada Rabu (8/4/2026).

Nuh menegaskan, selama ini pelaku usaha swasta di sektor logistik selalu siap melakukan kolaborasi dengan pihak manapun termasuk dengan BUMN Logistik, demi meningkatkan efisiensi maupun daya saing serta mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.

“Selama ini kolaborasi-kolaborasi strategis juga sudah dilakukan antara BUMN Logistik dengan perusahaan swasta nasional termasuk melalui asosiasi yang mewadahinya yakni ALFI,” ungkap M.Nuh yang juga pernah menjabat Ketua ALFI Jawa Barat itu.

Wakil Ketua Umum DPP ALFI, M.Nuh Nasution.

Sementara itu, Sekjen DPP ALFI Trismawan Sanjaya, mengatakan bahwa, BUMN adalah institusi pemerintah yang menjadi penguatan ekosistem berusaha di Indonesia.

Karenanya, BUMN harus menjadi kekuatan usaha yang tidak mungkin dilakukan oleh swasta, kemudian hadir menjadi bagian ekosistem industri yang saling melengkapi , menguatkan , dan mutualisme.

“Maka idealnya BUMN bukan sebagai pesaing dengan kegiatan usaha sejenis yang telah dilakukan pihak swasta , namun hadir dengan kekuatan financial, infrastruktur, kompetensi, dan kebijakan yang mana dapat berikan peluang bagi bertumbuh kembangnya pelaku usaha swasta nasional secara berdaulat,” ujar Trismawan.

Dengan adanya Badan Pengaturan BUMN, imbuhnya, maka ALFI berharap dapat segera kembalikan marwah dan amanah peran serta fungsi ideal BUMN yang seharusnya  tersebut.

“Dengan mengkonsolidasi 15 BUMN sektor logistik setidaknya telah menghilangkan persaingan yang tidak perlu diantara sesama BUMN tersebut,” tegas Trismawan.

Konsolidasi

Sebelumnya, BP BUMN menyatakan bahwa PT Pos Indonesia diharapkan menjadi perusahaan jangkar dalam konsolidasi tersebut. Perusahaan itu nantinya akan membawahi anak usaha BUMN di ekosistem logistik, seperti PT Semen Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Logistik, dan PT KAI Logistik.

Poses konsolidasi tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi BUMN yang ditargetkan rampung tahun ini. Konsolidasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan bisnis BUMN serta menciptakan proses bisnis yang lebih efektif dan efisien.

Bahkan, Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan menekankan pentingnya rasionalisasi jumlah BUMN melalui restrukturisasi.

Menurut Presiden, langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat daya saing BUMN di tingkat global.[am]

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *