Ambon New Port, Bakal Pacu Pertumbuhan Perekonomian Maluku

  • Share
James Talakua (kiri) saat berpose bersama Presiden Joko Widodo

JAKARTA – Maluku Satu Hati (MSH) siap menyambut rencana kedatangan Presiden Joko Widodo para para Menteri Kabinet Indonesia Maju ke Maluku khususnya Kota Ambon pada pekan depan guna melihat dari dekat proses vaksinasi Covid-19 serta kesiapan proyek Lumbung Ikan Nasional dan lokasi pembangunan Ambon New Port.

Ketua Umum Maluku Satu Hati, James Talakua mengatakan masyarakat Maluku antusias menyambut kedatangan Presiden dalam rangka melihat dari dekat keadaan masyarakat dan kemajuan -kemajuan yang dicapai serta rencana pembangunan di Maluku.

“Kami bersama seluruh komponen masyarakat Maluku siap menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Kunjungan Presiden selalu kami nantikan karena selalu memberikan spirit bagi pembangunan Maluku,” katanya, melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, pada Minggu (21/3/2021).

Sebagai salah satu gerbong pendukung Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam Pemilu Presiden 2019, Maluku Satu Hati menyatakan dukungannya terhadap proyek nasional untuk menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional, salah satu proyek yang akan ditinjau Presiden.

Menurut James, proyek strategis tersebut akan mampu memberikan dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia bahkan akan mengangkat Maluku yang selama ini masih daerah tertinggal.

“Presiden Soekarno pernah berkata, tanpa Maluku, tidak ada Indonesia. Ini saatnya membangun Maluku dan keluar dari sebutan daerah tertinggal melalui proyek strategis ini,” ujarnya.

Terhadap proyek ini, katanya, Pemerintah telah mempersiapkan ekosistem industri yakni  infrastruktur dasar pelabuhan perikanan dan memastikan ketersediaan komoditas laut sebagai bahan dasar berlangsungnya produksi di kawasan lumbung ikan nasional tersebut.

James mengatakan, menurut informasi yang diterimanya, pelabuhan perikanan yang akan dibangun akan sangat modern dan berkonsep integrasi dari hulu hingga hilir sehingga proses bisnis dan logistik industri perikanan yang akan dibangun nantinya  akan berjalan secara efektif.

Dengan konsep ini, katanya, Maluku dan daerah sekitarnya dapat menjadi Lebih berkembang dan berkemajuan. “Kami melihat program Pemerintah ini akan memberikan multiflier effect yang besar terhadap perekonomian masyarakat Maluku dan daerah sekitarnya,” tegasnya.

Selain proyek untuk menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional, Presiden juga akan meninjau Proyek Ambon New Port. Pembangunan Ambon New Port ini akan disatukan dengan pelabuhan perikanan terintegrasi untuk mendukung penetapan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Ambon New Port maupun pelabuhan perikanan terintegrasi termasuk dalam proyek strategis nasional yang akan dibangun dengan menggunakan anggaran pemerintah pusat, dan diproyeksikan rampung dan beroperasi pada 2023.

Akselerasi KTI

James yang juga Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Maritim (Forkami)  menjelaskan  dengan letak geografis Maluku yang strategis secara regional maupun internasional dan perbatasan langsung dengan Australia, Timor Leste dan Papua Nugini, sudah seyogyanya Maluku memiliki pelabuhan besar yang mampu menampung kapal-kapal besar.

Ambon New Port juga akan mampu mengakselerasi pembangunan di Kawasan Timur Indonesia.(KTI), meningkatkan akses pasar ekspor komoditas Indonesia, menciptakan peluang investasi di sektor maritim dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi putera-puteri Indonesia.

Berdasarkan studi kelayakan Bank Dunia, investasi yang dapat dikembangkan di pelabuhan tersebut antara lain, pembangunan terminal peti kemas, fasilitas penyimpanan gas alam atau LNG, pembangkit listrik, pasar pusat perikanan bertaraf internasional, kawasan logistik dan sebagainya.

Maluku Satu Hati meminta kementerian terkait untuk konsisten dalam rangka mewujudkan proyek strategis nasional ini sesuai target yang ditetapkan agar terjadi lompatan pembangunan dan perekonomian di kawasan Timur Indonesia melalui Provinsi Maluku.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.