Trucking di Priok Agar Registrasi Single TID, Aptrindo Minta Operator TPK Jangan Menghambat

  • Share
Ketua Aptrindo DKI Jakarta, Soedirman

JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengimbau agar perusahaan trucking yang berkegiatan di pelabuhan Tanjung Priok untuk segera melakukan registrasi Kartu Single Truck Identification Document atau STID.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta, Soedirman menyusul akan mulai diuji coba atau go live STID pada bulan Agustus 2021 oleh IPC/PT Pelabuhan Indonesia II di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

“Perusahaan trucking di DKI Jakarta agar melakukan registrasi Single TID tersebut demi kelancaran operasional perusahaan saat berkegiatan di pelabuhan Priok. Untuk itu anggota Aptrindo telah siap,” ujarnya pada Rabu (28/7/2021).

Soedirman mengatakan, himbauan itu juga sesuai dengan Surat PT. Pelindo II cabang Pelabuhan Tanjung Priok No: OT.01.01/23/7/1/B2.3/GM/C.Tpk.21, agar Perusahaan Anggota Aptrindo Provinsi DKI Jakarta segera melakukan Registrasi STID karena akan go live pada Agustus 2021.

Registrasi STID dapat dilakukan secara online melalui www.siap.aptrindo.or.id atau masuk melalui Website:  www.aptrindo.or.id dengan melanjutkan memilih SIAP Login kemudian lanjut pilih menu Pengajuan.

“Kartu STID itu gratis dan Stiker cabin truk format baru akan menggantikan Kartu TID terminal-terminal beserta sticker nomor cabin lama dan akan diberikan kepada anggota yang telah memenuhi syarat,” ucap Soedirman.

Dia mengatakan, Aptrindo DKI Jakarta dan Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) sudah melakukan meeting dengan Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, IPC/PT Pelindo II, dan manajemen Operator Terminal Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.

Adapun di pelabuhan Tanjung Priok saat ini terdapat lima pengelola fasilitas terminal peti kemas (TPK) yakni, Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), dan Terminal 3 Tanjung Priok.

“Sayangnya, hingga kini masih ada tumpang tindih kepentingan dimana IPC punya program STID tetapi masih ada operator terminal (JICT dan NPCT-1) yang masih ingin pakai TID lama. Kami (Aptrindo) mendukung berlakukan patron yang tegas dari regulator dalam hal ini oleh OP Tanjung Priok. Kalau ingin gunakan Single TID (STID) maka TID yang lama harus diblok secara sistem oleh terminal dan jangan diperpangjang lagi,” tegas Soedirman.

Dia mengatakan bisa saja diberlakukan masa transisi selama 3 bulan dari TID ke STID sejak dilakukannya go live pada Agustus mendatang.

“Yang mengeluarkan TID yang lama itu lewat sistem oleh terminal peti kemas, makanya yang bisa memblokir itu pihak yang menerbitkan. Jadi, bukan Aptrindo yang mencabut TID yang lama tersebut tetapi sistem yang memblokade agar bisa menerapkan STID. Sebab hingga saat ini masih ribuan TID lama yang masih berkeliaran di Priok. Karenanya, operator terminal harusnya mendukung program STID itu, jangan malah menghambat. Operator terminal juga mesti berperan sebagai fungsinya,” papar Soedirman.

Single TID (STID) merupakan sistem berbasis elektronik yang terkoneksi dengan sistem IT manajemen pelabuhan yang berisi data nomor polisi kendaraan/truk serta pemilik/perusahaan angkutannya.

Sempat Tertunda

Berdasarkan catata redaksi logistiknews.id, bahwa implementasi Single TID di Priok sempat tertunda beberapa waktu lantaran masih harus dilakukan penyesuaian-penyesuaian di semua opertor terminal peti kemas di pelabuhan Priok, termasuk proses perizinannya untuk penerbitan kartu Single TID oleh Bank Indonesia yang mencantumkan logo instansi/otoritas di Priok.

PT Pelabuhan Indonesia II / IPC cabang Tanjung Priok, sebelumnya menargetkan penggunaan identitas tunggal Truk atau Single Truck Identitiy Document (STID) terhadap Truk yang melayani pengangkutan peti kemas dari dan ke seluruh terminal peti kemas di pelabuhan Priok dapat diterapkan pada Maret 2021.

Hal tersebut disampaikan General Manager IPC cabang Tanjung Priok, Guna Mulyana dalam bincang-bincang virtual maupun offline bertema ‘Lebih Dekat dengan IPC cabang Tanjung Priok’ pada akhir Februari lalu.

Dia menjelaskan, saat ini TID yang masih digunakan oleh Truk pengangkut peti kemas di pelabuhan Priok belum seragam karena masing-masing pengelola terminal peti kemas menerbitkan TID-nya sendiri, sehingga tidak bisa digunakan di terminal berbeda.

‘Kami ingin kedepannya siapapun atau armada Truk apapun yang masuk Priok itu harus sudah clear dengan Single TID,” tegasnya Guna, kala itu.

Rencananya, Single TID di Priok juga tidak hanya akan diterapkan pada trucking di fasilitas terminal peti kemas tetapi juga untuk non peti kemas.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *