Sah !, Arif Suhartono Nakhodai Pelindo Hasil Merger

  • Share

JAKARTA – Merger Pelindo secara resmi telah terlaksana, dengan ditandatanganinya Akta Penggabungan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Layanan Jasa Pelabuhan, yaitu Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia I,

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia III, dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia IV, melebur kedalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II yang menjadi surviving entity.

Penandatanganan Akta Penggabungan dilakukan oleh Direktur Utama Pelindo I Prasetyo, Direktur Utama Pelindo II, Arif Suhartono, Direktur Utama Pelindo III, Boy Robyanto, dan Direktur Pelindo IV, Prasetyadi. Penandatanganan disaksikan secara daring oleh Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo. Seremoni penandatanganan Akta berlangsung secara hybrid Jumat siang (1/10) di Jakarta.

Sebelumnya pada pagi di hari yang sama, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2021 Tentang Penggabungan PT Pelindo I, III, dan IV (Persero) ke Dalam PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Direktur Utama IPC Arif Suhartono saat menyaksikan beroperasinya Jalan Tol Cibitung – Cilincing (JTCC) Seksi 1 Segmen Junction Cibitung – Interchange Telaga Asih, pada Sabtu, 31 Juli 2021.

“Ini adalah salah satu momen penting dan bersejarah bagi pengelolaan BUMN kepelabuhanan, Merger ini adalah langkah penting dalam rangka peningkatan value creation bagi BUMN Pelabuhan. Inisiatif ini memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kepelabuhanan nasional,” ujar Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dalam acara ini.

Wamen Tiko juga mengatakan bahwa, kedepan agar manfaat dari merger ini dapat segera terealisasi. Setelah ini Pelindo dapat fokus agar keempat subholding dibawah Pelindo dapat segera efektif dan dioperasikan secara optimal.

Ia berharap, semoga penandatanganan yang dilakukan hari ini dapat memberikan manfaat besar bagi perkonomian dan sosial tanah air.

“Semoga terwujudnya legal merger Pelindo memberikan optimisme kepada masyarakat Indonesia, bahwa kepelabuhanan nasional akan terus tumbuh dan pada akhirnya dapat bersaing dengan pemain besar pelabuhan dunia,” ujar Wamen.

Merger Pelindo membuka kesempatan perusahaan untuk go global. Integrasi ini akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs (twenty foot equivalent units). Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage dan memperkuat permodalan perusahaan.

Susunan Direksi & Komisaris

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan setelah penandatanganan Akta, Kementerian BUMN selaku pemegang saham menetapkan jajaran Komisaris dan Direksi PT Pelindo II (Persero).

Berikut adalah daftar nama-nama jajaran Komisaris dan Direksi dari PT Pelindo II (Persero):

●Komisaris Independen (Plt Komisaris Utama): Marsetio
●Komisaris Independen: Irma Suryani Chaniago
●Komisaris Independen: Heru Sukanto
●Komisaris: Antonius Ranier Haryanto
●Komisaris: R. Agus H. Purnomo
●Komisaris: Didi Sumedi
●Komisaris: Sudung Situmorang

●Direktur Utama: Arif Suhartono
●Wakil Direktur Utama: Hambra
●Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko: Mega Satria                                                      ●Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Ihsanuddin Usman
●Direktur Strategi: Prasetyo
●Direktur Investasi: Boy Robyanto
●Direktur Pengelola: Putut Sri Muljanto

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *