ALFI DKI Kuatkan Komitmen Pentingnya Digitalisasi Logistik

  • Share
Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) ALFI DKI Jakarta yang dilaksanakan di Sport Klub Kelapa Gading Jakarta pada Rabu (22/12/2021). Pada Kesempatan tersebut juga dihadiri Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi.

JAKARTA,Logistiknews – Pelaku usaha logistik dan forwarder di DKI Jakarta menguatkan komitmen dalam mendorong digitalisasi logistik guna mendukung percepatan dan kelancaran arus barang.

“Kita harus beradaptasi dengan segala bentuk perubahan, salah satunya adalah digitalisasi di sektor logistik yang saat ini bergerak dinamis dan sangat cepat,” ujar Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim kepada Logistiknews.id, usai menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) ALFI DKI Jakarta yang dilaksanakan pada Rabu (22/12/2021).

Rapimwil tersebut merupakan agenda rutin konsolidasi organisasi untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan serta menyusun program kerja tahun berikutnya yakni 2022.

Adil Karim mengatakan, ditengah keterbatasan pergerakan akibat kondisi Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, program kerja organisasi diharapkan dapat tetap berjalan untuk menaungi kepentingan seluruh perusahaan anggota ALFI DKI Jakarta.

“Termasuk soal digitalisasi logistik, kami akan terus sosialisasikan kepada anggota untuk menyiapkan diri terhadap hal itu,” ucapnya.

Adil mengatakan, Pandemi Covid-19 yang telah berjalan hampir dua tahun telah mendisrupsi semua industri di Indonesia, tak terkecuali industri logistik.

Oleh karena itu imbuhnya, para pelaku usaha pun harus mengambil langkah cepat untuk beradaptasi agar bisa bertahan selama pandemi di antaranya dengan digitalisasi logistik.

“Dunia usaha tetap optimistis industri logistik akan tumbuh positif dengan dukungan teknologi digital yang berkembang pesat saat ini,” ucap Adil Karim.

Optimistis

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan mengaku optimistis industri logistik nasional masih memiliki potensi pertumbuhan yang baik pada 2022. Karena itu, diperlukan upaya kreativitas dari para pengusaha offline,online atau gabungan keduanya untuk menyesuaikan kebutuhan market.

“Untuk itu, logistik siap untuk terus berbenah ke depan dengan situasi yang terus berubah. Kami juga sepakat dengan positivisme yang digaungkan industri e-commerce nasional,” kata Yukki.

Mengutip laporan eConomy Sea pada 2020, dia memprediksikan pertumbuhan digital ekonomi Indonesia akan mencapai 1.736 triliun rupiah pada2025 Karena itu, industri e-commerce akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian digital di Indonesia.

Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, dalam sebuah diskusi online, baru-baru ini juga menjelaskan revolusi industri 4.0 memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan digitalisasi operasi mereka.

“Momentum ini juga dapat mendorong terciptanya transformasi ekonomi pada tiga fokus utama, yakni hilirisasi ekonomi khususnya di sektor digital, digitalisasi UMKM, dan ekonomi hijau,” jelasnya.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.