APBMI Optimistis Kinerja PBM pada 2022, Tumbuh

  • Share
Juswandi Kristanto, Ketua Umum DPP APBMI, Photo : Logistiknews.id

JAKARTA,Logistiknews – Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) optimistis aktivitas usaha perusahaan bongkar muat (PBM) pada tahun 2022 bisa tumbuh seiring dengan target pertumbuhan perekonomian nasional yang telah ditetapkan Pemerintah RI.

Pemerintah telah memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2022 bisa berada pada kisaran 5 persen-5,5 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi 2021.

Sementara itu, Bank Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 akan sekitar 4,7 persen-5,5 persen. BI optimistis bahwa pemulihan akan terjadi pada tahun depan, dari 3,2 persen-4 persen pada 2021.

“Bagi PBM jika perdagangan dan perekonomian nasional bisa berjalan baik dan tumbuh otomatis kegiatan PBM juga akan tumbuh,” ujar Ketua Umum DPP APBMI Juswandi Kristanto, saat ditemui di kantor APBMI pada Senin (10/1/2022).

PM 59/2021

Juswandi mengatakan, APBMI akan melakukan konsolidasi eksternal dengan Badan Usaha Pelabuhan/Pelindo (BUP) sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 59 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Terkait Dengan Angkutan di Perairan.

“Sesuai dengan beleid itu PBM dan BUP harus bekerjasama khususnya dalam melakukan kegiatan bongkar muat di dermaga konvensional dan multipurpose. Hal ini yang akan dikonsolidasikan dan bila perlu kami (DPP) akan melaksanakan roadshow ke beberapa pelabuhan Pelindo di daerah-daerah,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui sesuai dengan PM 59 Tahun 2021 pasal (5) ayat (1) bahwa kegiatan penyediaan dan/atau pelayanan jasa bongkar muat barang dilakukan oleh Sadan Usaha Pelabuhan (BUP) yang telah mendapatkan Konsesi.

Pada pasal (2) disebutkan bahwa, kegiatan sebagaimana dimaksud  dilaksanakan oleh Badan Usaha Pelabuhan pada terminal meliputi: peti kemas; curah cair yang dibongkar atau dimuat melalui pipanisasi; curah kering yang dibongkar atau dimuat melalui  conveyor atau sejenisnya; dan kendaraan yang mengangkut kendaraan melalui kapal ro-ro.

Sedangkan pada pasal (3) disebutkan, bahwa kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dilakukan di terminal multipurpose dan konvensional dapat dilaksanakan oleh badan usaha yang didirikan khusus untuk bongkar muat barang di Pelabuhan melalui kerja sama dengan Badan Usaha Pelabuhan yang telah mendapatkan konsesi.

Pada pasal (4), Badan Usaha Pelabuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), yang melakukan kegiatan penyediaan dan/atau pelayanan jasa bongkar muat bararig pada terminal multipurpose dan konvensional melakukan kemitraan dengan Badan Usaha yang didirikan khusus untuk bongkar muat barang di Pelabuhan dalam rangka pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah dengan memperhatikan prinsip kesetaraan dan keadilan dalam berusaha.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *