Mantap,STID Priok Telah Capai 13.115 Truk

  • Share
Truk Melintasi Akses Tol Pelabuhan Tanjung Priok, belum lama ini.

JAKARTA,Logistiknews – Berdasarkan data Pelaporan Pelaksanaan STID Pelabuhan Tanjung Priok, hingga Minggu 13 Februari 2022 tercatat sebanyak 13.115 trucking telah mematuhi atau comply dengan Single Truck Identity Document (STID) di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Namun dari jumlah itu, masih terdapat STID Sementara (STID-S) yang disetujui sebanyak 1.886 Truk.

Sebagaimana diketahui bahwa pemegang STID-S hanya bisa dipergunakan sampai dengan akhir Maret 2022. Setelah itu kalau tidak melakukan upgrade ke STID yang permanen, maka trucking pemegang STID-S tidak bisa lagi terlayani oleh system di terminal pelabuhan.

Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang menerapkan STID  penyeragaman sistem sehingga armada truk apapun yang masuk ke Pelabuhan itu  tidak perlu lagi banyak-banyak kartu.

Adapun jumlah perusahaan yang telah disetujui PMKU (Permohonan Melakukan Kegiatan Usaha) di Pelabuhan Tanjung Priok hingga Minggu 13 Februari 2022,sebanyak 731 Perusahaan.

Sedangkan Perusahaan yang mengajukan STID hingga 13 Februari 2022 tercatat 575 Perusahaan dan jumlah perusahaan yang telah disetujui STID-nya 565 Perusahaan.

Jumlah kartu STID yang dicetak dan telah di distribusikan hingga 13 Februari 2022 telah mencapai 12.830 kartu.

STID menjadi identitas tunggal setiap truk, dengan sistem berbasis elektronik yang terkoneksi dengan sistem IT manajemen pelabuhan yang berisi database meliputi kelayakan teknis truk dan pengemudinya, termasuk data nomor polisi kendaraan/truk serta pemilik/perusahaan angkutannya.

Pengusaha truk logistik dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok bersiap menyongsong implementasi Terminal Booking dan Return Cargo (TBRC) pasca penerapan single truck identity document (STID) di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Pasca implementasi STID di Pelabuhan Tanjung Priok yang telah berlaku sejak 1 Januari 2022, kemudian juga akan segera dilaksanakan program Terminal Booking dan Return Cargo (TBRC).

TBRC direncanakan bakal di implementasikan mulai akhir Maret atau awal April 2022 di pelabuhan Tanjung Priok itu guna mendukung program Nasional Logistic System (NLE).

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, H.Soedirman, kepada Logistiknews.id, pada Sabtu (12/2) mengatakan hingga saat ini perusahaan truk anggota Aptrindo masih sangat antusias dengan STID guna menyongsong TBRC itu.

“Kami (Operator) trucking di Pelabuhan Tanjung Priok sudah siap dengan TBRC yang rencananya bakal diberlakukan pasca penerapan STID tersebut,” ujar Soedirman.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.