Per 1 Maret, STID Capai 15.497 Truk, Nasib STID-S Gimana ?

  • Share
ilustrasi STID, sumber: www.aptrindo.or.id

LOGISTIKNEWS.ID – Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan pertama di Indonesia yang menerapkan STID  penyeragaman sistem sehingga armada truk apapun yang masuk ke Pelabuhan itu tidak perlu lagi banyak-banyak kartu.

Berdasarkan data Pusat Pelaporan Pelaksanaan Single Truck Identity Document (STID) atau STID Centre Pelabuhan Tanjung Priok, hingga 1 Maret 2022, sebanyak 15.497 Truk yang sudah comply dengan STID.

Namun dari jumlah itu, masih terdapat pemegang STID Sementara (STID-S) sebanyak 2.767 Truk.

Sebelumnya, Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Capt Wisnu Handoko, pernah menyampaikan bahwa khusus untuk pemegang STID-S hanya bisa dipergunakan atau ditoleransi penggunaanya sampai dengan Maret 2022. Setelah itu, jika tidak melakukan upgrade ke STID yang permanen, maka trucking pemegang STID-S tidak bisa lagi terlayani oleh sistem di terminal pelabuhan Priok.

Adapun jumlah perusahaan yang telah disetujui PMKU (Permohonan Melakukan Kegiatan Usaha) di Pelabuhan Tanjung Priok hingga 1 Maret 2022, sebanyak 765 Perusahaan.

Sedangkan Perusahaan yang mengajukan STID hingga 1 Maret 2022 tercatat 619 Perusahaan dan jumlah perusahaan yang telah disetujui STID-nya 608 Perusahaan.

Adapun jumlah kartu STID yang dicetak dan telah di distribusikan hingga 1 Maret 2022 mencapai 15.128 kartu.

STID menjadi identitas tunggal setiap truk, dengan sistem berbasis elektronik yang terkoneksi dengan sistem IT manajemen pelabuhan yang berisi database meliputi kelayakan teknis truk dan pengemudinya, termasuk data nomor polisi kendaraan/truk serta pemilik maupun perusahaan angkutannya.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *