GPEI Khawatirkan Multiplier Effect Perang Rusia-Ukraina

  • Share
Irwandy MA Rajabasa, Ketua GPEI DKI Jakarta

LOGISTIKNEWS.ID – Eksportir nasional mengkhawatirkan multiplier effect jika perang antara Rusia dan Ukraina berkepanjangan.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DKI Jakarta Irwandy MA Rajabasa, mengatakan meskipun volume ekspor RI ke Rusia maupun Ukraina tidak terlalu signifikan, namun dampaknya terhadap negara-negara lain termasuk Indonesia sangat memengaruhi kegiatan rantai pasokan logistik atau supply chain.

“Kalau saat ini belum terlalu berpengaruh, namun jika perang tersebut berkepanjangan imbasnya supply chain secara global, dan akan juga memengaruhi kegiatan pengiriman kita ke berbagai negara lain yang terdampak,” ujar Irwandy, kepada Logistiknews.id, pada Rabu (15/3/2022).

Disisi lain, dia juga berharap, pemerintah agar bisa menstabilikan harga-harga dan pasokan kebutuhan pokok didalam negeri supaya kegiatan perdagangan global tidak mengalami hambatan.

“Kita harapkan kondisi kedepan semakin membaik sehingga kegiatan perdagangan global juga semakin tumbuh,” ucap Irwandy.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut perang Rusia dan Ukraina memberikan dampak sangat serius bagi ekonomi global. Krisis juga akan menyebabkan kebijakan moneter dan fiskal di setiap negara semakin kompleks.

Direktur Manajer IMF Kristalina Georgieva dalam keterangan resmi baru-baru ini menyebutkan, dampak perang Rusia dan Ukraina akan terlihat dari kenaikan harga-harga. Harga energi dan komoditas, termasuk gandum dan biji-bijian, bakal melonjak.

IMF juga menilai, kerusakan ekonomi akan lebih dahsyat jika ketegangan terus meningkat. “Situasinya sangat fluktuatif dan prospeknya bergantung pada ketidakpastian yang luar biasa. Konsekuensi ekonominya sudah sangat serius,” ujar Georgieva.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.