STID Priok Capai 17.059 Truk, Begini Usulan ALFI

  • Share
Adil Karim, Ketua DPW ALFI DKI Jakarta

LOGISTIKNEWS.ID – Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan pertama di Indonesia yang menerapkan STID  penyeragaman sistem sehingga armada truk apapun yang masuk ke Pelabuhan itu tidak perlu lagi banyak-banyak kartu.

Faktanya, pemegang STID di Pelabuhan tersibuk di Indonesia itu hingga kini juga masih terus bertambah.

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim mengatakan, sejak awal ALFI mendukung program STID di pelabuhan Priok agar seluruh armada pengangkut barang dan peti kemas yang beroperasi bisa layak operasional, keselamatan dan layak administratif/KEUR.

“STID menjadikan wajah pelabuhan Tanjung Priok lebih baik guna mendukung efektifitas dan transparansi layanan logistik di pelabuhan itu,” ujar Adil Karim kepada Logistiknews.id, ditemui dikantornya pada Rabu (16/3/2022).

Kendati begitu, Adil menyoroti masih adanya pemegang STID Sementara (STID-S) yang perlu dilakukan langkah konkret dan di fasilitasi oleh OP Tanjung Priok, Ditjen Perhubungan Darat dan para Pengusaha Truk melalui asosiasinya, supaya bisa memperoleh STID permanen.

“STID-S itu harus ada batas waktunya tidak bisa digunakan terus. Mumpung masih ada waktu sebaiknya segera diurus dan dicarikan solusinya agar bisa memperoleh STID Permanen,” ucap Adil Karim.

Adil mengatakan, suksesnya STID di Pelabuhan Tanjung Priok bisa di kloning ke pelabuhan-pelabuhan lainnya, untuk tahap awal di pulau Jawa seperti Tanjung Emas dan Tanjung Perak Surabaya dengan melibatkan asosiasi trucking terkait dan ALFI di wilayah masing-masing.

“Penerapan di pelabuhan utama lainnya bisa dilakukan secara bertahap, karena program STID ini dinilai efektif dan berfaedah untuk diterapkan secara nasional. Karena jika sudah integrated datanya disemua pelabuhan maka truk pemegang STID nantinya dapat berlaku di semua pelabuhan yang dikelola Pelindo. Ini akan lebih efisien, apalagi saat ini Pelindo sudah merger atau menjadi satu,” papar Adil yang juga pimpunan PT Mitra Sentosa Logistik.

Akhir Maret

Sebelumnya, Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Capt Wisnu Handoko, menyampaikan bahwa khusus untuk pemegang STID-S hanya bisa dipergunakan atau ditoleransi penggunaanya sampai dengan Maret 2022.

“Setelah itu, jika tidak melakukan upgrade ke STID yang permanen, maka Trucking pemegang STID-S tidak bisa lagi terlayani oleh sistem di terminal pelabuhan Priok,” ujar Capt Wisnu kepada Logistiknews.id, baru-baru ini.

Berdasarkan data Pusat Pelaporan Pelaksanaan Single Truck Identity Document (STID) atau STID Centre Pelabuhan Tanjung Priok, hingga Rabu 15 Maret 2022, sebanyak 17.059 Truk yang sudah comply dengan STID.

Namun dari jumlah itu, masih terdapat pemegang STID Sementara (STID-S) sebanyak 3.197 Truk.

Adapun jumlah perusahaan yang telah disetujui PMKU (Permohonan Melakukan Kegiatan Usaha) di Pelabuhan Tanjung Priok hingga 15 Maret 2022, sebanyak 781 Perusahaan.

Sedangkan Perusahaan yang mengajukan STID hingga 15 Maret 2022 tercatat 633 Perusahaan dan jumlah perusahaan yang telah disetujui STID-nya 627 Perusahaan.

Adapun jumlah kartu STID yang dicetak dan telah di distribusikan hingga 6l9 Maret 2022 mencapai 16.689 kartu.

STID menjadi identitas tunggal setiap truk, dengan sistem berbasis elektronik yang terkoneksi dengan sistem IT manajemen pelabuhan yang berisi database meliputi kelayakan teknis truk dan pengemudinya, termasuk data nomor polisi kendaraan/truk serta pemilik maupun perusahaan angkutannya.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.