BC Priok: Operasional Alat Pemindai Kontainer Nonstop 24/7

  • Share
Alat Pemindai Cargo Scanning Versi 1.4.0.

LOGISTIKNEWS.ID – Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok,  memastikan bahwa instansinya siap melayani selama 7 hari seminggu dan 24 jam sehari (24/7) untuk analis dan pemeriksaan kontainer di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Hal itu ditegaskan kembali oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok Dwi Teguh Wibowo kepada wartawan disela-sela acara  Serah Terima Pengoperasian, Penggunaan dan Pemanfaatan Alat Pemindai Cargo Scanning Versi 1.4.0, dari Manajemen PT TPFT Graha Segara kepada KPU Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, pada Kamis (14/7/2022).

“Kami tegaskan SDM Bea Cukai selalu siap 24/7. Dengan pengoperasian alat pemindai canggih kami berterimakasih kepada TPFT Graha Segara. Dengan begitu sangat membantu kinerja SDM analis dan pemeriksa Bea Cukai,” ucapnya.

Untuk optimalisasi pemeriksaan barang dengan mengunakan Hi-Co Scan/ X-Ray System atau alat Pemindai tersebut, telah diamanatkan melalui keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu nomor Kep-99/BC/2003 dan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan/PMK No: 109/04/ tahun 2019 tentang <span;>Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 229/PMK.04/2017 tentang Tata Cara Pengenaan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor Berdasarkan Perjanjian atau Kesepakatan Internasional.

Alat pemindai tersebut juga dapat mengukur berat kendaraan dalam kondisi bergerak dan dilengkapi sensor, CCTV, lampu penerangan LED, dan lampu isyarat.  Alat pemindai dengan tekhnologi terbaru tersebut dinilai bisa mempercepat pelayanan behandle importasi jalur merah, dan lebih efisien dari sisi waktu serta biaya.

Dwi Teguh Wibowo mengatakan harapannya agar alat pemindai ini bisa optimal termasuk dapat terintegrasi dengan sistem CIESA kepabeanan.

“Kami sangat bergembira dengan diserahkan alat pemindai ini oleh Graha Segara kepada Bea dan Cukai Priok. Saat ini rata-rata setiap hari ada 10 kapal di Priok dan jika minimal ada 10 ribu kontainer saja yang dibongkar dengan alat ini maka kemampuan pengawasan kita akan sangat terbantu dan ini menjadi tantangan tersendiri buat Bea dan Cukai,” ucap Dwi Teguh.

Dia juga mengatakan bahwa alat seperti ini baru ada di Pelabuhan Tanjung Priok dan merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia.

“Kami harapkan ini jadi triger di Indonesia. Sebab data hasil image alat ini adalah milik pemerintah karena alat ini untuk kepentingan kerahasiaan negara,” ucap Dwi Teguh.

Kepala BC Priok itu juga berharap semoga terminal peti kemas di Pelabuhan Priok (JICT, TPK Koja dan NPCT-1) dapat menyiapkan alat pemindai ekspor impor tersebut.

“Harapannya segera di susul oleh JICT, TPK Koja dan NPCT-1,” ucapnya.

Dwi Teguh mengingatkan bahwa faktor keamanan masyarakat menjadi prioritas untuk dilindungi atas masuknya barang larangan narkotika dan senjata api, dan itu mesti diawasi ketat.

“Radiasi alat ini juga sangat terukur untuk setiap kontainer yang masuk ke alat tersebut,” ujarnya.(am)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.